MediaMerdeka.com – Grup kreator “Para Pencari Hantu” dan “Soul Sisters” kembali menginjakkan kaki di Korea Selatan. Kali ini, bukan demi menjalankan penelusuran mistis yang berujung petaka, melainkan demi mempersembahkan karya kebanggaan tanah air, 402 Rumah Sakit Angker Korea, dalam ajang World Premiere di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026.
Film horor terbaru hasil kolaborasi rumah produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Films ini telah sukses menggelar penayangan perdananya di Bucheon City Hall Main Theatre, yang merupakan venue terbesar di perhelatan festival film berkelas dunia tersebut.
Disutradarai oleh Anggy Umbara, 402 Rumah Sakit Angker Korea lahir sebagai remake resmi dari film horor Korea yang amat ikonik, Gonjiam: Haunted Asylum. Film ini secara cerdas mengangkutkan bumbu horor lokal Indonesia yang amat segar ke dalam cerita yang telah amat dicintai oleh para pencinta film horor di seluruh dunia.
Kemeriahan red carpet dan world premiere ini dihadiri langsung oleh sosok-sosok penting di balik layar, meliputi Anggy Umbara (Sutradara), Lele Laila (Penulis Skenario dan Creative Producer), serta Indah Destriana (Associate Producer). Jajaran pemeran utama turut memeriahkan panggung, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Jang Hansol, dan Aylena Fusil.
Penayangan perdana ini menuai reaksi yang luar biasa positif dari para hadirin. Penonton BIFAN memuji kengerian eksperimental dari remake ini, di mana sentuhan ritual mistis Indonesia yang digabungkan bersama latar rumah sakit terbengkalai di Korea dinilai sukses menciptakan gelombang teror psikologis baru yang amat mencekam.
Menanggapi apresiasi yang luar biasa dari penonton internasional malam itu, Sutradara Anggy Umbara membeberkan rasa bangganya atas pencapaian eksperimen horor lintas budaya ini.
“Membawa 402 Rumah Sakit Angker Korea ke panggung BIFAN dan disaksikan langsung oleh penonton Korea merupakan sebuah kebanggaan luar biasa. Mengawinkan ritual sakral nan kelam bagaikan Jelangkung ke dalam urban legend Korea merupakan sebuah eksperimen gila yang ternyata membuahkan teror psikologis yang amat unreal dan mencekam, terbukti dari apresiasi hangat yang kami terima malam ini,” ungkap Anggy Umbara.
Senada bersama sang sutradara, Arbani Yasiz yang memerankan karakter Juna mengaku kelelahannya selama syuting terbayar lunas setelah menyaksikan reaksi penonton BIFAN. “Melihat antusiasme penonton di BIFAN malam ini bikin seluruh rasa lelah hilang. Proses syuting film ini benar-benar menguras mental. Saya ikut antusias menyaksikan reaksi penonton di sini dan tidak sabar menyaksikan reaksi penonton di Indonesia nanti!” tegas Arbani Yasiz.
Sementara itu, Saputra Kori yang berperan sebagai Adit, sang cameraman tengil, turut memuntukkan pengalaman ekstremnya selama proses pengambilan gambar yang kini membuahkan hasil membanggakan.
“Berada di sini rasanya luar biasa. Di film ini, aku nggak cuma jadi aktor tapi juga cameraman. Setiap pemain diberikan rig kamera seberat 5 kilogram dan kami benar-benar ditinggal sendirian di lokasi syuting yang luar biasa seram. Respons penonton BIFAN malam ini membuktikan bila jerih payah dan ketakutan kami di lokasi syuting benar-benar terbayar lunas!” tambah Saputra Kori.
Menambah keistimewaan acara, sineas jenius di balik kengerian versi aslinya, yakni sutradara Gonjiam: Haunted Asylum, Jung Bum-Shik, turut hadir secara langsung demi merayakan dan mengapresiasi kelahiran remake versi Indonesia ini.
Kemeriahan dan pertukaran budaya horor ini ditentukan tidak akan berhenti di malam world premiere saja. Pada tanggal 4 Juli 2026, akan diselenggarakan sesi talkshow eksklusif yang amat dinantikan. Diskusi ini akan mempertemukan sutradara Jung Bum-Shik bersama sutradara Anggy Umbara beserta jajaran cast, demi membicarakan secara mendalam mengenai proses adaptasi film Gonjiam dan bagaimana kengerian tersebut diterjemahkan ke dalam lensa budaya Indonesia.
Bagi penonton tanah air, jangan lewatkan kesempatan demi menyaksikan versi Indonesia dari mahakarya horor Korea ini. Film 402 Rumah Sakit Angker Korea akan dalam waktu dekat menebar terornya dan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mengawali tanggal 9 Juli 2026.
Untuk para pemberani yang tidak ingin kehadapatn kursi di hari pertama, tentukan demi mengamankan tiketmu dari kini. Pembelian melalui Advanced Ticket Sales telah resmi dibuka dan dapat diakses bersama mudah melalui aplikasi Mtix, Tix ID, CGV, serta Cinepolis. Siapkan mentalmu dan jadilah saksi kutukan mematikan dari balik Ruang 402! ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

