MediaMerdeka.com – Badan Geologi Keaparatur negara kementerianan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah dua informasi yang viral terkait Gunung Anak Krakatau.
Video yang diklaim merekam erupsi terbaru dari atas kapal ditentukan hoaks, sementara kabar yang menyebut radius bahaya mencapai 5 kilometer juga ditegaskan tidak sesuai bersama rekomendasi resmi.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebutkan hasil verifikasi memperlihatkan video yang beredar di media sosial bukan merupakan rekaman aktivitas Gunung Anak Krakatau pada saat ini.
“Video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada saat ini, berakibat informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar),” kata Lana dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Selain itu, Badan Geologi juga meluruskan informasi mengenai radius bahaya yang disebut mencapai 5 kilometer.
Menurut Lana, hingga kini rekomendasi resmi masih melarang masyarakat sekitar, wisatawan, dan nelayan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
“Rekomendasi resmi yang berlaku pada saat ini merupakan masyarakat sekitar, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.
Lana menerangkan, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A di Selat Sunda yang aktivitasnya dipantau melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kalianda di Lampung Selatan dan Pasauran di Kabupaten Serang, Banten.
Ia membeberkan, setelah erupsi berskala rendah yang berlangsung hingga 16 Desember 2023, Gunung Anak Krakatau kini masih berada dalam fase jeda erupsi meski aktivitas magmatik berenergi rendah tetap terpantau.
“Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga pada saat ini,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Geologi, sepanjang awal Juli 2026 cuma tercatat dua kali erupsi, yakni pada 2 Juli pukul 14.05 WIB dan 3 Juli pukul 11.50 WIB.
Karena itu, masyarakat sekitar diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang masih belum terverifikasi.
“Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau cuma disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia,” tegas Lana.
Ia mengimbau masyarakat sekitar demi senantiasa mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi atau PVMBG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

