Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Geologi Keaparatur negara kementerianan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat sekitar di pesisir Provinsi Banten dan Lampung tidak mudah terpancing isu yang mengaitkan erupsi Gunung Anak Krakatau bersama potensi tsunami.

Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga dan masih belum ada perubahan rekomendasi dari otoritas.

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menegaskan masyarakat sekitar di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk wisatawan, tetap wajib mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan menjalankan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Lana kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Selain menjauhi kawasan berbahaya, masyarakat sekitar juga diminta mewaspadai potensi ancaman vulkanik bagaikan awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, Lana mengingatkan masyarakat sekitar di pesisir Banten dan Lampung agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, khususnya isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat menjalankan kegiatan bagaikan biasa bersama senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” ujarnya.

Lana menegaskan, seluruh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya cuma mengacu pada kanal resmi Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Krakatau, aplikasi dan situs MAGMA Indonesia, laman resmi PVMBG, maupun kanal media sosial Badan Geologi.

Menurutnya, disiplin mengikuti informasi resmi menjadi langkah penting agar masyarakat sekitar tidak mudah terpengaruh kabar bohong yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *