MediaMerdeka.com – Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Imam Ali Khamenei, dibanjiri jutaan pelayat, baik rakyat biasa hingga utusan resmi dari negara-negara lain.
Delegasi Arab Saudi juga turut datang demi menyerahkan penghormatan terakhir, meskipun negara tersebut tidak diundang oleh pihak pemerintah Iran.
Namun, bukan cuma kehadiran fisik mereka yang memicu perdebatan, melainkan pemilihan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan saat delegasi tersebut menyerahkan penghormatan terakhir.
Dikutip dari Al-Jazeera dan Tasnim News, Senin (6/7/2026), delegasi Saudi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji menyerahkan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Imam Ali Khamenei pada Jumat (3/1).
Kehadiran Walid Al-Khuraiji ini tergolong tidak terduga dan mengejutkan sejumlah pihak. Mengingat dinamika hubungan kedua negara yang kerap merasakan pasang surut, kehadiran utusan resmi dari Riyadh dipandang sebagai langkah diplomatik yang amat signifikan.
Ketegangan antara kedua kekuatan besar Timur Tengah ini sebenarnya masih belum lama mereda. Maret lalu, Menlu Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sempat mendesak Iran demi ‘menghitung ulang’ strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut.
Pangeran Faisal bahkan menegaskan toleransi atas serangan terhadap negara-negara Teluk amat terbatas.
Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Walid Al-Khuraiji di Teheran dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas regional di tengah masa transisi kekuasaan di Iran.
Simbolisme Ayat Al Quran dan Pertempuran Badar
Namun, suasana diplomatis tersebut sedikit terusik oleh sebuah detail yang kini viral di media sosial.
Pihak Iran, sebagai penyelenggara upacara, mengatur pembacaan ayat Al Quran secara spesifik saat delegasi Arab Saudi melintas demi menyerahkan penghormatan.
Ayat yang dilantunkan oleh Qari Iran tersebut merupakan surat Al Imran ayat 13, yang merujuk pada sejarah dua pasukan yang bertemu dalam Pertempuran Badr pada abad ketujuh.
Berikut terjemahan ayat Al Quran tersebut:
“Sungguh, telah ada tanda (bukti) untukmu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang menyaksikan bersama mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki bersama pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran untuk orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).”
Pemilihan ayat ini menjadi perbincangan hangat masyarakat sekitarnet di berbagai platform media sosial.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

