MediaMerdeka.com – Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak sekadar menjadi momen duka nasional.
Rangkaian prosesi justru sarat simbolisme religius yang dimanfaatkan demi memperkuat pesan politik, baik di dalam negeri maupun di kawasan Timur Tengah.
Selama sepekan, pihak pemerintah Iran mengemas upacara bersama narasi persatuan dan keteguhan.
Dari retorika resmi hingga mobilisasi massa, seluruh diarahkan demi menegaskan dukungan terhadap rezim yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Prosesi dimengawali bersama tiga hari masa berkabung di Teheran, semasih belum iring-iringan jenazah melintasi sejumlah kota penting di Iran hingga Irak.
Rute ini bukan sekadar perjalanan, melainkan simbol kuat yang mengaitkan kehidupan Khamenei bersama sejarah dan ajaran Syiah.
Otoritas Iran menekankan narasi syahid atas kematian Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.
Duka atas kepergiannya bahkan diposisikan sebagai kewajiban nasional untuk rakyat Iran.
Slogan resmi Kami Harus Bangkit terlihat di berbagai sudut kota, terpampang di spanduk dan dibawa para pelayat.
Untuk audiens internasional, pesan itu diterjemahkan menjadi Bangkit demi Tuhan, merujuk pada ayat Al-Qur’an tentang perjuangan di jalan ilahi.
Simbol lain yang mencolok merupakan ilustrasi kepalan tangan Khamenei di latar merah dan hitam. Warna tersebut merepresentasikan duka, kesyahidan, sekaligus seruan balas dendam.
“Lautan manusia ini menyerukan dua hal: perlawanan terhadap musuh dan pembalasan atas darah pemimpin yang syahid,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bagaikan dikutip dari Al Jazzera.
Bendera merah raksasa bertuliskan Wahai penuntut darah Hussein juga dikibarkan di kompleks Mosalla Teheran.
Simbol ini mengaitkan kematian Khamenei bersama tragedi Karbala, peristiwa penting dalam sejarah Syiah yang sarat makna pengorbanan dan perlawanan terhadap tirani.
Pesan tersebut secara tidak langsung membingkai potensi balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai kewajiban religius.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

