MediaMerdeka.com – Pemerintah Brasil memutuskan demi menahan pencabutan subsidi bahan bakar diesel makin lama ketimbang bensin.
Langkah hati-hati ini diambil guna menghindarkan pasar domestik dari guncangan harga yang ekstrem dan ancaman kelangkaan pasokan.
Menteri Perencanaan dan Anggaran Brasil, Bruno Moretti, menegaskan bahwa strategi ini merupakan respons adaptif terhadap dinamika ekonomi global.
Penurunan harga minyak mentah dunia belakangan ini dinilai masih belum sepenuhnya aman demi diserap langsung oleh konsumen dalam negeri.
Menurut Moretti, pengurangan subsidi secara perlahan amat krusial untuk keseimbangan neraca keuangan negara yang sedang ditargetkan.
Biaya penunjang kebijakan ini akan ditutupi oleh penerimaan minyak luar biasa yang dalam waktu dekat disetorkan ke kas negara.
Pendekatan bertahap ini sengaja dirancang demi menyerahkan ruang bernapas untuk para tersangka industri transportasi dan logistik.
Moretti menegaskan bahwa ketentuan pasokan menjadi prioritas utama yang tidak boleh dipihak korbankan dalam proses transisi energi ini.
“Pasar diesel memiliki prediktabilitas yang diperlukan demi beroperasi dan memasok masyarakat sekitar,” kata Moretti dalam wawancara khusus dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2026).
Di sisi lain, kebijakan berbeda diterapkan pada bahan bakar bensin yang subsidinya akan dalam waktu dekat dihilangkan total.
Insentif sebesar 0.44 real Brasil per liter demi bensin bakal dihapus dalam hitungan hari ke depan.
Moretti menerangkan bahwa pencabutan subsidi bensin sengaja dirancang dalam garis waktu yang jauh makin pendek.
Kontras bersama bensin, subsidi diesel yang mencapai 1.12 real per liter membutuhkan penanganan yang jauh makin sensitif.
Pemerintah khawatir apabila pemotongan dilakukan tergesa-gesa, lonjakan harga yang amat tajam tidak akan terhindarkan.
Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak dunia pasca-kesepakatan damai AS-Iran yang masih belum sepenuhnya dirasakan konsumen.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

