MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menjalankan kunjungan kenegaraan ke Republik Belarus sebagai balasan atas kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo usai menggelar pertemuan bilateral bersama Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia sekaligus menegaskan komitmennya demi menjalankan kunjungan balasan.
“Yang Mulia demi kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini,” kata Prabowo.
Semasih belumnya, pada Juli 2025, Prabowo sempat singgah di Belarus dalam perjalanan pulang dari Prancis. Saat itu, ia bertemu langsung bersama Lukashenko di kediaman kepala negara Belarus di Ozyorny, di luar ibu kota Minsk.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebutkan pertemuan tersebut membuka sejumlah peluang kerja sama yang kini mengawali ditindaklanjuti oleh kedua negara.
“Seperti kita ketahui pada tanggal 15 Juli yang lalu Presiden kita berkunjung ke sana dan dari pertemuan tersebut sejumlah potensi-potensi kerja sama bilateral yang ingin terus dikembangkan,” ujar Sugiono.
Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama
Dalam pertemuan bilateral kali ini, Prabowo dan Lukashenko meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka kerja sama strategis kedua negara selama lima tahun ke depan.
Prabowo menyebutkan kunjungan Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang terus berkembang.
“Kunjungan ini menandakan semakin erat hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang bersama penuh ketidaktentuan. Belarus merupakan mitra penting untuk Indonesia di kawasan Eurasia dan kami menghargai hubungan yang selama ini terus berkembang atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, roadmap tersebut menjadi komitmen bersama demi memperkuat kerja sama yang makin terarah dan konkret.
“Peta Jalan ini mencerminkan komitmen bersama demi kerja sama yang makin terarah dan konkret,” katanya.
Dalam sektor ketahanan pangan, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi pertanian, hingga alat berat guna mendukung pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia dan Belarus juga akan memperluas kemitraan ekonomi melalui pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi.
Di bidang perdagangan, Prabowo menyampaikan apresiasi atas rampungnya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (EAEU FTA) oleh Belarus.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

