MediaMerdeka.com – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melaksanakan Silaturahmi Kebangsaan bersama pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK) di Kantor Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pertemuan tersebut membahas persiapan Sidang Tahunan MPR menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Salah satu tradisi sidang tahunan itu merupakan mengundang lembaga-lembaga negara.
“Maka kami pada hari ini memengawali silahturahmi kebangsaan ke berbagai macam lembaga negara yang diawali bersama silahturahmi bersama Mahkamah Konstitusi,” tegas Ahmad.
Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
Ahmad menerangkan, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai amandemen konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Ya tadi kita bicara tentang sejumlah keputusan ataupun gugatan yang langsung berkaitan bersama Undang-Undang Dasar. Tetapi lantaran tidak seluruh keputusan kaitannya langsung, lantaran ada yang berkaitan bersama tafsir terhadap Undang-Undang.Tetapi bila yang langsung berkaitan bersama tafsir konstitusi, maka MPR yang akan dimintai keterangan,” jelasnya.
Ia menegaskan MPR dan MK menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait penyampaian salinan putusan MK yang membutuhkan keterangan makin lanjut dari MPR.
Ahmad melanjutkan, kewenangan MPR dalam memutuskan amandemen konstitusi juga perlu dijaga melalui pemahaman dan penafsiran oleh MK.
“Karena itu tadi kami cukup panjang mengambil waktu demi berdiskusi tentang apa dan bagaimana amandemen itu dilakukan. Tentu saja itu cukup teknis, namun sekali lagi Mahkamah Konstitusi tidak, teman-teman hakim tidak mencampuri apa yang menjadi kewenangan MPR,” jelas Ahmad.
Selanjutnya, Ahmad berencana menggelar silaturahmi serupa bersama Presiden Prabowo Subianto, Mahkamah Agung, serta lembaga-lembaga negara lainnya.
“Kemudian demi surat-surat undangan tentu saja akan kami sampaikan, terutama kepada mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, dan tentu saja ketua umum partai politik. Nanti,” ungkap Ahmad mengenai rencana pertemuan setelah itu.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

