Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) fosil berpotensi ditekan di masa depan melalui inovasi bahan bakar nabati. Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan Bensa (Bensin Sawit), sebuah inovasi alternatif yang dirancang sebagai bahan bakar drop-in demi mendongkrak kualitas BBM nasional.

Akademisi ITB, Rasrendra membeberkan bahwa Bensa bukan sekadar bahan bakar nabati biasa. Formula ini dikembangkan memakai teknologi sistem katalis khusus yang mampu mengubah struktur minyak nabati dan limbah sawit menjadi senyawa hidrokarbon yang serupa bersama minyak bumi.

“Kualitas hidrokarbon dan jenis hidrokarbon dari Bensa ini sama persis bagaikan yang ada pada fosil. Karena sifat reaksi fundamental dari katalis yang kami kembangkan, kami menyebutnya sebagai bahan bakar drop-in,” ujar Rasrendra dalam diskusi yang digelar di Kantor Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Berkat sifatnya yang drop-in, Bensa dapat langsung dicampurkan bersama bensin komersial yang ada pada saat ini tanpa memerlukan modifikasi pada mesin kendaraan.

Dalam implementasinya, Bensa diproyeksikan menjadi komponen pencampur (blending component) strategis. Khususnya demi meningkatkan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) dari nafta berkualitias standar menjadi bensin berkualitas tinggi setara RON 95.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar untuk peta jalan transisi energi di Indonesia. Selain mengoptimalkan potensi kelapa sawit dalam negeri yang melimpah, inovasi ini diarahkan demi memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Meski demikian, Rasrendra menekankan bahwa transisi menuju produksi massal memerlukan kehati-hatian teknis, terutama terkait konsistensi operasi dalam jangka panjang.

“Kami sebagai akademisi bertugas menjaga supaya teknologinya memiliki pathway (jalur pengembangan) yang jelas, dan seluruhnya wajib bersandar pada pengujian skala yang tepat,” tambahnya.

Riset yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) ini telah sukses melewati fase krusial dari pengujian skala laboratorium dan kini telah sukses ditingkatkan ke skala pilot (pilot scale).

Presentasi utuh mengenai detail teknologi, hasil uji coba, serta peta jalan implementasi Bensa dijadwalkan akan dipaparkan secara perdana pada ajang Pekan Riset Sawit yang digelar oleh lembaga di bawah Keaparatur negara kementerianan Keuangan (KemenkeU) tersebut pada 20 Juli mendatang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *