S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Lembaga Pemeringkat Internatioal, S&P Global Ratings, menilai keberadaan Danantara amat positif demi perekonomian negara.

Bahkan, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) juga dianggap dapat mendongkrak pendapatan negara.

Atas penilaian itu, CIO Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, amat sumringah. Menurutnya, penilaian ini jadi pedoman demi langkah Danantara setelah itu.

“Alhamdulillah Danantara disebut bersama baik di sana, DSI juga disebut bersama baik di sana. ya tentu itu modal awal kerja yang baik,” ujarnya saat ditemui di Plataran Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Namun, Pandu tidak mau merasa puas bersama penilaian tersebut. Ia menyebut, Danantara akan terus meningkatkan kinerja, hingga memuaskan seluruh pihak.

“Tapi tentu masih sejumlah yang wajib kita tingkatkan memang. Banyak hal yang wajib kita senantiasa tingkatkan dari sisi kinerja,” ucapnya.

Penilaian S&P Global Ratings

S&P Global Ratings menyerahkan penilaian positif terhadap pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Menurut S&P, kehadiran Danantara mengawali mengangkut perubahan terhadap pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) dan berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas.

Penilaian tersebut tertuang dalam laporan bertajuk “Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2’; Outlook Stable” yang dirilis pada Senin (13/7/2026). Dalam laporan itu, S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB/A-2 bersama prospek Stable, berakibat Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.

Selain menyoroti kondisi ekonomi nasional, S&P juga menyerahkan perhatian terhadap langkah pihak pemerintah membentuk Danantara sebagai lembaga yang mengelola aset-aset milik negara demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Meskipun rekam jejak operasionalnya masih singkat, sovereign wealth fund yang baru didirikan, Danantara, telah mengubah sektor milik negara di Indonesia bersama mengkonsolidasikan dan memangkas lini bisnis non-inti,” terang S&P dalam laporannya.

S&P menilai konsolidasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN sekaligus memperkuat peran aset negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Tak cuma itu, lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat tersebut juga menyoroti peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), anak usaha Danantara yang bertugas mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia.

Menurut S&P, keberadaan DSI berpotensi mengubah tata kelola sektor ekspor komoditas nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara melalui pengawasan yang makin ketat terhadap praktik-praktik yang merugikan negara.

“Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru juga kebarangkalian akan mengubah sektor ekspor komoditas, di mana pihak pemerintah bertujuan demi meningkatkan pendapatan dan laba ekspor dari sektor tersebut bersama menindak praktik-praktik bagaikan under invoicing dan transfer pricing,” tulis S&P.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *