IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasar modal Indonesia memperlihatkan daya tahan tinggi di tengah guncangan geopolitik global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membalikkan keadaan bersama bergerak ke zona hijau pada penutupan paruh pertama perdagangan, Kamis (9/7/2026).

Kepercayaan tersangka pasar terhadap fundamental ekonomi domestik yang kokoh menjadi katalis utama yang meredam sentimen negatif dari Timur Tengah.

Menutup sesi pertama, indeks acuan nasional tersebut menguat tipis 12,32 poin atau setara 0,21 persen ke posisi 5.885,70. Sepanjang paruh waktu tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5,904,39 setelah dibuka pada batas bawah harian di 5,839,67.

Apresiasi yang dibukukan bursa domestik ini terbilang menarik lantaran terjadi saat pasar saham regional Asia bergerak volatil.

Berdasarkan ulasan dari Pilarmas Investindo Sekuritas, kecemasan investor global memuncak setelah konfirmasi serangan udara susulan oleh militer Amerika Serikat ke basis pertahanan Iran.

Teheran pun langsung merespons bersama ancaman balasan berskala besar terhadap aset-aset militer Washington di kawasan tersebut.

Ketegangan bersenjata ini langsung mengerek harga minyak mentah Brent ke level 78,83 dolar AS per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi lonjakan inflasi global, yang berisiko memaksa bank-bank sentral dunia mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang makin lama.

Di sisi lain, investor juga tengah mencermati dinamika moneter dari Negeri Paman Sam. Dokumen risalah pertemuan bank sentral AS (The Fed) bulan Juni mengindikasikan mayoritas aparatur negara mengawali menahan diri demi tidak menaikkan suku bunga secara agresif.

Kendati demikian, pasar masih mengantisipasi setidaknya satu kali penyesuaian suku bunga acuan menjelang pengujung tahun 2026.

Fokus perhatian kini beralih pada rilis data klaim pengangguran dan angka penjualan residensial di AS sebagai kompas arah kebijakan berikutnya.

Saham Paling Banyak Diborong dan Dijual

Aktivitas perdagangan di lantai bursa sepanjang sesi pertama mencatatkan volume transaksi mencapai 16,67 miliar lembar saham.

Akumulasi nilai transaksi menembus Rp6,72 triliun, di mana pasar reguler mendominasi sebesar Rp5,66 triliun dan pasar negosiasi membukukan Rp1,06 triliun. Bersamaan bersama itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertengger di posisi Rp18.079.

Dari lini sektoral, saham-saham berbasis komoditas dan energi tampil sebagai penggerak utama (leading movers) yang menjaga indeks tetap di zona hijau.

Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) memimpin penguatan bersama kenaikan 2,99 persen ke level Rp3.450, disusul oleh Bumi Resources (BUMI) yang melonjak 5,15 persen ke Rp143, serta Bumi Resources Minerals (BRMS) yang menguat 4,20 persen ke posisi Rp496. Emiten lain bagaikan VKTR dan Bank Mandiri (BMRI) juga turut menyumbang poin penting untuk indeks.

Sebaliknya, tekanan jual melanda sektor perbankan berkapitalisasi besar dan otomotif yang berperan sebagai penahan laju indeks (lagging movers). Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkoreksi 1,08 persen ke Rp2,760, Astra International (ASII) melemah 1,64 persen ke Rp4.810, dan Bank Central Asia (BBCA) turun tipis 0,40 persen ke posisi Rp6.150.

Untuk jajaran saham yang mencatatkan keuntungan tertinggi (top gainers), JELI berada di posisi teratas bersama lonjakan mencapai 24,91 persen ke Rp1,755, diikuti oleh JAST yang melesat 22,08 persen. Sementara itu, kelompok saham yang berkinerja teramat anjlok (top losers) dipimpin oleh JECX yang merosot hingga 14,87 persen ke level Rp1.660.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *