Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Prajurit Koops aparat TNI Habema sukses mengevakuasi dua jenazah masyarakat sekitar sipil yang menjadi pihak korban aksi kekerasan TPNPB-OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo).

Kepala Penerangan Koops aparat TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menyebutkan evakuasi jenazah dilakukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Kamis (23/7/2026).

Wirya menyebutkan operasi tersebut melibatkan sejumlah personel yang teruntuk dalam unsur evakuasi dan pengamanan. Proses evakuasi dilaksanakan bersama penuh kehati-hatian mengingat medan pegunungan, kondisi cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan yang masih berpotensi membahayakan.

“Lokasi jenazah diketahui telah berpindah ke bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari ruas Jalan Trans Papua yang menjadi lokasi terjadinya aksi penembakan,” kata Wirya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Keberadaan OPM sempat terdeteksi saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah.

Wirya menyebutkan sempat terjadi kontak tembak bersama kelompok OPM yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Meski demikian, personel Koops aparat TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan mengonfirmasi proses evakuasi dapat dilanjutkan,” kata Wirya.

Setelah situasi sukses dikendalikan dan dinyatakan aman, personel Koops aparat TNI Habema mengevakuasi dua jenazah pihak korban. Jenazah lalu dibawa ke RSUD Dekai demi menjalani proses identifikasi semasih belum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sementara satu orang wanita dari Suku Unaukam hingga pada saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Wirya.

Berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas. Sementara itu, seluruh personel aparat TNI sukses menyelesaikan operasi tanpa pihak korban.

Pangkoops aparat TNI Habema Mayjen aparat TNI Yudha Airlangga beserta jajaran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam, tidak cuma untuk keluarga pihak korban, namun juga untuk seluruh masyarakat sekitar Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai,” ujar Yudha.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *