Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pekerja muda generasi Z atau gen Z di India ternyata mengalokasikan makin dari 70 persen anggaran bulanan mereka demi kebutuhan pokok harian. Riset terbaru menepis anggapan publik bahwa kelompok umur ini menghabiskan gaji demi gaya hidup glamor.

Data analisis transaksi digital memperlihatkan porsi pengeluaran demi liburan dan jalan-jalan cuma menyisa 5 persen dari dompet bulanan. Sebaliknya, pembayaran tagihan rutin dan belanja bahan pokok menjadi prioritas utama para pekerja muda tersebut.

Temuan ini mengubah gambaran umum tentang generasi Z yang selama ini dicap mengutamakan pengalaman ketimbang kebutuhan mendasar. Realitanya, keuangan harian mereka terserap habis oleh pos tagihan, belanja dapur, layanan finansial, hingga makanan.

Riset yang dirilis SalarySe ini didasarkan pada analisis jutaan transaksi UPI dari 5,2 ratus ribu pengguna pekerja muda. Pos pembayaran tagihan dan berlangganan rutin menyedot anggaran terbesar bersama porsi mencapai 20,1 persen.

Belanja bahan dapur menyusul di urutan kedua bersama kontribusi pengeluaran sebesar 15,7 persen dari total anggaran. Sementara itu, pos layanan keuangan, belanja harian, dan konsumsi makanan masing-masing mengambil porsi sekitar 12 persen.

Mengapa Tagihan Bulanan Menyerap Anggaran Terbesar Gen Z?

Tinggi porsi tagihan dan layanan finansial memperlihatkan betapa dalamnya transaksi digital memengaruhi cara hidup pekerja muda. Sistem pembayaran otomatis memudahkan transaksi berjalan rutin tanpa perlu pengelolaan manual setiap bulan.

Untuk hiburan digital, platform streaming JioHotstar mendominasi langganan rutin bersama porsi 12,4 persen. Posisinya disusul oleh Netflix sebesar 10,7 persen dan aplikasi musik Spotify yang mencatatkan angka 5,6 persen.

Pemanfataan fitur pembayaran otomatis UPI dan AutoPay menciptakan urusan finansial generasi ini berlangsung secara terintegrasi. Pengeluaran demi utilitas hingga cicilan finansial terpotong langsung dari rekening harian mereka.

Menariknya, porsi pengeluaran opsional tetap konstan di angka 32 persen baik pada usia muda maupun dewasa. Namun, pengeluaran demi kebutuhan pokok melonjak dari 50 persen menjadi 59 persen saat mereka memasuki usia 24-29 tahun.

Peningkatan porsi kebutuhan pokok tersebut membuktikan hadirnya tanggung jawab finansial seiring bertambahnya usia pekerja. Meskipun beban kebutuhan wajib membengkak, porsi demi kesenangan pribadi tetap dipertahankan pada tingkat yang sama.

Bagaimanakah Cara Generasi Muda India Mengelola Keuangan Digital?

Piyush Bagaria, Co-founder SalarySe, menegaskan bahwa generasi ini membentuk kebiasaan finansial di sekitar pembayaran digital dan tanggung jawab harian.

“Gen Z India merupakan generasi pertama yang mengelola hampir setiap aspek kehidupan finansial mereka melalui ekosistem yang mengutamakan digital,” kata Bagaria kepada NDTV.

Ia mengimbuhkan bahwa skala UPI telah mengubah cara profesional muda membelanjakan dan mengelola keuangan mereka. Pos anggaran bulanan para pekerja muda ini pada akhirnya tetap berpusat pada pemenuhan kebutuhan dasar hidup.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *