Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan makin dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun sejumlah wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama.

Banjir material es dan tanah tersebut merusak infrastruktur vital serta menyebabkan makin dari 1.500 masyarakat sekitar dan wisatawan asing hilang. Para petugas penyelamat memprediksi jumlah pihak korban tewas akan terus meningkat seiring sulitnya jangkauan ke lokasi terisolasi.

Awalnya bencana ini dikira dampak gempa bumi, namun pengamatan citra satelit mengonfirmasi bahwa runtuhan massal es gletser yang memicu getaran seismik. Peristiwa langka di ketinggian 5.200 meter tersebut meluncurkan jutaan meter kubik material batu dan es langsung ke lembah Sungai Lhende.

Bagaimana Runtuhan Es Ini Menghancurkan Permukiman Warga?

Limpasan air bercampur lumpur tebal mengalir cepat dari Sungai Lhende menuju Sungai Bhote Koshi hingga menerjang wilayah Trishuli di Nepal. Ketinggian permukaan air sungai dilaporkan melonjak secara mendadak hingga 9 meter cuma dalam kurun waktu 30 menit.

Sapuan arus kencang menenggelamkan rumah, hanyutkan kendaraan, dan merobohkan jembatan besi di Distrik Rasuwa. Banyak masyarakat sekitar desa tidak sempat menyelamatkan diri lantaran luapan lumpur datang menyerupai gelombang beton cair yang amat pekat.

Salah satu pihak korban selamat, Keshav Prasad Baral (68 tahun), menceritakan kepanikan saat gelombang material gletser menerjang kediamannya secara tiba-tiba.

“Itu merupakan semburan lumpur besar yang datang lurus ke arah kami,” kata Keshav Prasad Baral.

Ia sempat berusaha menyelamatkan sang istri ke untukan teratas bangunan semasih belum hempasan material lumpur memisahkan mereka.

“Saat makin dekat, tingginya terus naik. Ketika saya menyaksikannya masuk ke rumah kami, saya berupaya memegang tangan istri saya dan mengangkutnya ke teras. Tapi dia tersapu oleh lumpur,” tuturnya.

Keshav sukses dievakuasi memakai helikopter setelah empat jam bertahan di tengah kepungan material bencana.

“Istri saya masih ada di suatu tempat di bawah lumpur,” tambah Keshav Prasad Baral. “Dia telah pergi.”

Apakah Pemanasan Global Menjadi Pemicu Utama Bencana Ini?

Peneliti geologi mengonfirmasi untukan moncong gletser runtuh dan mengangkut bongkahan batuan serta sedimen besar ke aliran sungai. Pencairan salju berskala masif dalam kurun waktu singkat diduga kuat melonggarkan ikatan massa es hingga meluncur bebas ke dasar lembah.

Para ahli menegaskan bahwa tren pemanasan global di kawasan Pegunungan Himalaya kian meningkatkan risiko bencana alam ekstrem. Laju penyusutan es gletser di wilayah pegunungan tersebut melaju 65 persen makin cepat sepanjang dekade terakhir.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *