Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Media Singapura memberitakan soal demo 27 Agustus di Jakarta yang berakhir rusuh pada malam harinya. CNA menggambarkan demo itu menjadi ujian besar demi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut media itu, Prabowo pada saat ini tengah memulihkan kepercayaan publik, dunia usaha dan investor.

“Aksi protes itu terjadi pada saat yang sulit untuk Prabowo, seorang jenderal purnawirawan yang terpilih pada tahun 2024 bersama mayoritas suara yang besar namun sedang berjuang demi memulihkan kepercayaan publik, dunia usaha, dan investor yang cemas atas dampak ekonomi dari program-program populisnya yang ambisius,” tulis CNA dalam narasi beritanya nya yang berjudul “Transportasi terganggu di ibu kota Indonesia setelah kerusuhan menyusul aksi protes.”

Dalam beritanya, CNA menggambarkan kondisi amat menyeramkan. Mulai dari gangguan transportsi hingga pelampiasan pendemo ke pihak pemerintah.

“Demonstrasi oleh berbagai kelompok dimengawali pada Kamis pagi di dekat gedung parlemen di tengah pengamanan ketat, bertepatan bersama peringatan protes anti-pihak pemerintah yang menewaskan sejumlah orang tahun lalu , yang berlangsung selama dua minggu dan menjadi ujian awal untuk pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”

“Ribuan pihak kepolisian dikerahkan di Jakarta menjelang demonstrasi Kamis, di mana para demonstran melampiaskan kekecewaan mereka terhadap berbagai kebijakan pihak pemerintah dan menuntut hukuman yang makin berat untuk aparatur negara korup,” tulis CNA.

Polda Metro Jaya menangkap 322 orang terkait kerusuhan di sejumlah titik Jakarta pasacademonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, pada Kamis (27/8/2026) malam. Dari jumlah tersebut, 160 orang merupakan kalangan anak.

“Hasil pendataan 322 orang diamankan demi jalani pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data sementara, sesejumlah 162 orang yang diamankan merupakan kelompok dewasa berusia 18 hingga 40 tahun. Sementara 160 lainnya masuk kategori anak bersama rentang usia 12 hingga 19 tahun.

“Kelompok usia sesejumlah 162 dewasa bersama usia 18 sampai 40 tahun. Dan 160 anak 12-19 tahun,” ujar Budi.

Budi menyebutkan, hingga Jumat sore ini, seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan dan masih belum ada yang dipulangkan. Polisi masih mendalami peran mereka berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Dalam penanganan kerusuhan tersebut, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan bersama aksi kekerasan. Barang-barang itu meliputi golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, bambau, hingga rantai besi.

Penyidik masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut bersama kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *