Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pergerakan angin musiman berisiko menerbangkan gumpalan asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan menuju kawasan negara tetangga. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memetakan pola alamiah tersebut sebagai faktor utama perpindahan asap lintas batas.

“Asap karhutla sampai ke negara tetangga lantaran terbawa angin,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ancaman paparan asap yang menembus garis batas negara ini langsung diantisipasi melalui koordinasi ketat bersama BNPB. Langkah darurat diambil guna mengonfirmasi produksi asap terkendali langsung dari titik utama kebakaran.

“Angin musiman yang rutin terjadi,” lanjut dia.

Sikap saling menuding antarnegara tetangga bagaikan Malaysia dan Singapura cuma akan memperkeruh situasi penanganan bencana asap ini. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan menegaskan bahwasanya bencana karhutla bergerak lepas tanpa memedulikan sekat batas administratif.

“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, namun bagaimana masing-masing negara menjalankan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia amat memahami kecemasan negara tetangga mengenai potensi bahaya kabut asap yang melintas wilayah mereka. Pengerahan seluruh daya dan upaya terbaik kini diprioritaskan demi menghentikan gejolak titik api secara efektif.

“Yang perlu kami sampaikan, Indonesia pada saat ini telah menjalankan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang amat besar demi mengendalikan karhutla,” ungkapnya.

Bagaimana Strategi Indonesia Padamkan Karhutla di Lapangan?

Pengendalian bencana dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, patroli udara, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca. Sinergi ketat personil aparat TNI-Polri, pihak pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar lokal diperkuat bersama tindakan tegas penegakan hukum untuk para tersangka pembakaran.

Kekuatan udara dikerahkan secara masif bersama menerjunkan total 52 unit pesawat di enam provinsi yang menjadi target utama penanganan. Sesejumlah 30 armada udara difokuskan memadamkan wilayah Kalimantan, sementara 22 pesawat sisanya disiagakan di Sumatra.

Dukungan personil dan armada dari aparat TNI AU terus ditambah demi mempercepat penetrasi pemadaman api di zona rawan Kalimantan. Langkah cepat ini diambil agar sebaran titik api dapat dilumpuhkan semasih belum membentuk gumpalan asap yang makin pekat.

“Jadi fokus kita pada saat ini merupakan mengendalikan api sedekat barangkali dari sumbernya dan secepat barangkali, lantaran apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” ucap Berton.

Ancaman bencana asap lintas batas (transboundary haze) merupakan isu lingkungan regional tahunan di Asia Tenggara yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. Wilayah Kalimantan dan Sumatra menjadi dua titik perhatian utama tempat munculnya sebaran titik panas (hotspot).

Pola pergerakan angin musiman kerap mengangkut material asap melintasi batas negara tetangga bagaikan Malaysia dan Singapura. Oleh lantaran itu, penguatan armada udara dan pencegahan sejak dini dari titik mula api menjadi strategi kunci Indonesia demi meredam dampak buruk bencana tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *