Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Tokyo dan sejumlah wilayah Jepang untukan timur pada Minggu (23/8/2026) dini hari waktu setempat.

Sedikitnya 37 orang dilaporkan terluka akibat gempa tersebut, sementara tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

Menurut laporan Associated Press, gempa terjadi di Prefektur Ibaraki, sebelah timur Jepang. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 70 kilometer.

Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,8.

Data yang dihimpun dari pihak pemerintah daerah dan Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang memperlihatkan sedikitnya 37 orang merasakan luka-luka di lima wilayah.

Sesejumlah 15 pihak korban berada di Tokyo, sembilan orang di Prefektur Saitama, delapan di Kanagawa, empat di Chiba, dan satu orang di Ibaraki.

Seuntukan besar pihak korban terluka setelah terjatuh atau terbentur benda ketika terbangun secara tiba-tiba akibat guncangan. Kepanikan menciptakan sejumlah masyarakat sekitar berusaha dalam waktu dekat meninggalkan tempat tidur.

Di Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa, seorang wanita berusia makin dari 80 tahun dilaporkan terjatuh dari tempat tidur dan merasakan cedera serius pada untukan pinggul.

Seorang pria berusia 23 tahun menyebutkan kepada media Jepang bahwa dirinya merasakan guncangan vertikal selama sejumlah detik setelah telepon selulernya mengeluarkan peringatan gempa.

Guncangan juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur dan layanan transportasi di kawasan Tokyo dan sekitarnya.

Sejumlah kereta ekspres yang melayani Tokyo, kereta menuju Bandara Narita, serta sejumlah jalur lokal di wilayah timur laut Jepang merasakan keterlambatan.

Namun, layanan kereta cepat Shinkansen tetap berjalan normal berdasarkan informasi dari East Japan Railway Company.

Petugas pemadam kebakaran Tokyo juga terlihat menangani ruas jalan yang seuntukan tergenang setelah pipa air pecah akibat guncangan gempa.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebutkan pihak pemerintah telah membentuk satuan tugas demi menilai kebarangkalian kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Pemerintah juga memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah terdampak, termasuk potensi gempa susulan.

Sementara itu, Otoritas regulasi nuklir Jepang mengonfirmasi tidak ditemukan kondisi abnormal di sekitar belasan pembangkit listrik tenaga nuklir maupun fasilitas lain yang menangani material nuklir.

Pemerintah Jepang terus menjalankan pemantauan demi mengonfirmasi tidak ada dampak lanjutan terhadap fasilitas vital tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *