Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Harga minyak dunia bergerak stabil pada Selasa setelah sempat merosot makin dari dua persen akibat aksi ambil untung investor. Penurunan tekanan spekulasi terjadi seiring keputusan Amerika Serikat yang memilih strategi pengetatan ekonomi dibanding aksi militer langsung.

Keputusan Gedung Putih memperluas sanksi sekunder terhadap Iran dinilai para tersangka pasar sebagai opsi berrisiko makin rendah untuk gangguan pasokan fisik. Langkah diplomasi ekonomi ini langsung meredam kekhawatiran konflik bersenjata terbuka di kawasan Timur Tengah.

Meskipun demikian, risiko gangguan distribusi di Selat Hormuz tetap membayangi pergerakan harga komoditas energi global tersebut. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut berpotensi memicu volatilitas harga sewaktu-waktu.

Pergerakan harga minyak mentah Brent mencatatkan penurunan tipis sembilan sen ke level 92,16 dolar AS per barel. Sementara itu, acuan West Texas Intermediate justru menguat tipis satu sen menjadi 85,02 dolar AS per barel.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya demi memutus urat nadi perekonomian Iran demi menghentikan konflik yang sedang berlangsung. Negara-negara mitra diminta memilih antara menghentikan hubungan dagang bersama Tehran atau kehilangan akses sistem keuangan berbasis dolar.

Bagaimana Strategi Sanksi AS Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak?

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan langkah pengetatan ini diambil demi menekan pendapatan ekonomi pihak lawan secara signifikan.

“Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin memperkenalkan perluasan sanksi demi memutus urat nadi ekonomi Iran, demi memaksa penghentian perang di antara mereka, bersama memberi tahu negara-negara bahwa mereka wajib memutuskan hubungan bisnis mereka atau berisiko diputus dari sistem keuangan berbasis dolar,” ungkap laporan resmi terkait arahan kebijakan tersebut.

Pemerintah AS menyerahkan tenggat waktu kepatuhan untuk negara-negara mitra semasih belum menerapkan sanksi keuangan tersebut secara penuh. Keputusan demi tidak menyebutkan daftar negara sasaran secara terbuka memberi ruang penyesuaian untuk industri energi internasional.

Analis pasar menilai pendekatan penekanan ekonomi ini sukses mengendalikan lonjakan harga minyak secara mendadak di pasar global. Pasar merespons positif langkah diplomasi keuangan ketimbang potensi ancaman serangan militer langsung ke fasilitas produksi.

“Pasar tampaknya menilai tekanan ekonomi sebagai jalur yang berisiko makin rendah untuk pasokan fisik dibandingkan tindakan kinetik, itulah dikarenakannya reaksi awal minyak merupakan bergerak makin rendah daripada melonjak makin tinggi,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.

Seberapa Besar Ancaman Gangguan Jalur Pelayaran Selat Hormuz?

Ancaman balasan dari pihak Iran terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan Selat Hormuz masih menahan penurunan harga makin jauh.

“Namun, Iran masih mempertahankan kemampuan demi merespons bersama mengganggu pelayaran, yang terus mempertahankan premi tersisa pada harga minyak,” peringat Tim Waterer.

Insiden serangan terhadap kapal tanker minyak di lepas pantai Oman mempertegas tingginya risiko keamanan di koridor pelayaran vital tersebut. Sebuah proyektil tidak dikenal dilaporkan menghantam kapal hingga melumpuhkan operasinya di wilayah perairan tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *