Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tragedi maut terjadi di sebuah tambang emas ilegal di Republik Afrika Tengah.

Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas setelah longsor dan runtuhnya terowongan tambang di Desa Zamboye, Prefektur Nana-Mambere, dekat perbatasan bersama Kamerun.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar 50 kilometer dari Kota Baboua.

Operasi pencarian pihak korban masih berlangsung sehari setelah kejadian lantaran sejumlah penambang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Relawan Palang Merah setempat, Gervais Ganagoroh, menyebutkan kondisi sejumlah pihak korban yang ditemukan dalam keadaan kritis.

Sementara itu, anggota dewan pemuda Zamboye, Bertrand Be Yangué, menyebut jumlah pihak korban masih berpotensi bertambah.

“Menemukan mereka hidup-hidup akan menjadi sebuah keajaiban,” kata Yangue dinukil dari Syrian News Agency.

Jaksa Penuntut Umum Baboua menegaskan kecelakaan diduga terjadi setelah sejumlah terowongan bawah tanah tempat para penambang bekerja runtuh.

Pemerintah setempat lalu membuka penyelidikan demi mengetahui penyebab tentu kecelakaan, mengidentifikasi pihak korban, serta menentukan kebarangkalian adanya tanggung jawab pidana.

Pejabat Baboua, Laurent Ngon Baba, menyebutkan proses identifikasi masih berlangsung berakibat jumlah pihak korban masih belum dapat ditentukan secara resmi.

“Pada tahap ini, sulit untuk kami demi menetapkan jumlah pihak korban secara resmi,” ujarnya.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi lokasi tambang setelah longsor.

Para penambang terlihat tertutup lumpur dan berusaha menjalankan evakuasi pihak korban dari area tambang.

Seorang penambang bernama Cedric Mbango menggambarkan kejadian tersebut sebagai bencana besar.

Menurutnya, tanah tiba-tiba runtuh dan mengubur orang-orang yang berada di lokasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *