Malaysia Tercekik Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Udara di 21 Wilayah Tercemar Parah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Lonjakan krisis kualitas udara yang kian memburuk kini mengancam kesehatan masyarakat sekitar Malaysia di 21 wilayah secara nasional, Selasa (25/8/2026). Paparan asap beracun kebakaran hutan Kalimantan yang tebal menciptakan tidak ada satu pun daerah yang mencatatkan kualitas udara dalam kategori baik.

IPD Serian di Sarawak Malaysia menjadi titik bersama kondisi terparah di seluruh negeri setelah mencatatkan angka Indeks Pencemar Udara (IPU) mencapai 190. Tren pemburukan ini diikuti wilayah lain bagaikan Kuching bersama skor 181 dan Samarahan di angka 172.

Dominasi wilayah terdampak tidak cuma terpusat di Sarawak yang menyumbang tujuh area berudara buruk. Sesejumlah 14 lokasi di luar negara untukan tersebut juga masuk dalam zona tidak sehat.

Dikutip dari The Star, sektor pemukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi ikut terkena imbas penyebaran polusi ini. Johan Setia memimpin pemburukan kualitas udara di Selangor bersama skor 164, diikuti Shah Alam di angka 151.

Sementara itu, wilayah semenanjung bagaikan Kedah, Perak, hingga kawasan ibu kota turut menginformasikan kondisi serupa. Sungai Petani mencatat angka 154, Seri Manjung di level 152, serta Cheras berada pada skor 132.

Mengapa Wilayah Terdampak Udara Buruk Terus Meluas?

Penyebaran kabut asap ini merata hingga ke pusat pihak pemerintahan Putrajaya yang menyentuh angka 130. Daerah lain bagaikan Kota Tinggi, Bukit Rambai, hingga Minden di Pulau Pinang juga berada di atas ambang batas normal.

Kondisi kritis ini makin mengkhawatirkan lantaran wilayah penyangga lainnya berada amat dekat bersama ambang batas berbahaya. Seberang Perai, Batu Muda, dan Klang sama-sama mengintai di batas atas kategori sedang bersama skor 99.

Sistem pemantauan mengonfirmasi bahwa 47 lokasi di seluruh negeri pada saat ini tertahan di kategori sedang. Pergerakan angka ini berpotensi bergeser ke arah yang makin buruk apabila paparan polusi terus memuncak.

Data ini dihimpun secara waktu nyata langsung dari 68 stasiun pemantau kualitas udara yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Pembaruan informasi disalurkan setiap jam demi memantau pergerakan polusi.

Berdasarkan skala resmi, skor 0 hingga 50 mengindikasikan kualitas udara sehat, sementara itu range 51 sampai 100 tergolong sedang. Kategori tidak sehat berada pada rentang 101 hingga 200, amat tidak sehat pada 201 sampai 300, dan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *