Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah China menginstruksikan penarikan massal hampir tiga juta unit Tesla lantaran mekanisme pintu darurat dinilai sulit diakses saat kecelakaan. Desain gagang pintu yang menyatu bersama warna interior terbukti menyulitkan evakuasi cepat ketika sistem kelistrikan kendaraan mati total.

Langkah tegas reguator Tiongkok ini langsung mengubah peta standar keamanan industri mobil listrik global. Penarikan besar-besaran ini juga menyeret delapan produsen EV lokal besar yang menerapkan konsep desain serupa.

Tesla mengonfirmasi penarikan resmi akan dimengawali pada 25 September demi 2,9 juta unit Model 3 dan Model Y buatan pabrik Shanghai. Pabrikan asal Amerika Serikat tersebut turut menarik sekitar 46.000 unit impor yang mencakup seri Model 3, Model X, dan Model S.

Penyelidikan Badan Pengawas Pasar Nasional China (SAMR) menemukan bahwa kabel pelepas manual pada pintu belakang Tesla tersembunyi di dalam kompartemen kantong pintu. Kondisi visual yang menyatu bersama warna panel menciptakan penumpang maupun tim penolong luar kesulitan menemukan tuas tersebut saat situasi darurat.

“Dalam situasi ekstrem bagaikan tabrakan parah yang menyebabkan sistem voltase rendah kendaraan tidak berhasil, (gagang pintu) dapat memengaruhi kemampuan penumpang demi membuka pintu mobil bersama cepat demi melarikan diri dan operasi penyelamatan dari luar kendaraan,” ungkap SAMR dikutip dari CNA.

Mengapa Masalah Gagang Pintu Ini Sangat Krusial?

Selain masalah mekanisme pintu, SAMR mengungkap penarikan terpisah demi 2,7 juta unit Model 3 dan Model Y buatan lokal. Masalah kedua ini berkaitan bersama ketidak berhasilan sistem pemantauan driver saat fitur bantuan kemudi aktif.

Gelombang recall ini tidak cuma menghantam Tesla, namun juga merambat ke deretan raksasa EV asal Tiongkok. Merek ternama bagaikan Xiaomi, XPeng, Geely, Chery, hingga Leapmotor terpaksa menarik produk mereka yang memakai desain gagang pintu terselubung.

Xiaomi memengawali proses penarikan sekitar 390.000 unit seri SU7 2024 pada hari Jumat. Sementara itu, XPeng menyusul bersama menarik hampir 265.000 unit kendaraan mengawali hari Sabtu.

Anak korporasi BAIC, BAIC BluePark, turut menarik 46.000 unit Arcfox Kaola lantaran ketiadaan petunjuk teks khusus di dekat mekanisme darurat pintu geser belakang. Geely juga memanggil kembali sekitar 92.000 unit mobil dari merek mewahnya, Zeekr.

Produsen otomotif menyerahkan solusi gratis berupa penempelan stiker petunjuk di dekat lokasi tuas darurat. Beberapa korporasi juga berjanji memperbarui perangkat lunak secara jarak jauh agar kaca jendela otomatis terbuka saat terjadi kecelakaan.

Bagaimana Regulatasi Baru China Mengubah Desain EV?

Desain gagang pintu elektronik pertama kali dipopulerkan oleh Tesla saat meluncurkan Model S pada 2012 semasih belum akhirnya menulari produsen China. Fitur yang menyatu bersama bodi mobil ini awalnya dirancang demi menekan hambatan angin dan meningkatkan efisiensi daya.

Namun, estetika futuristik tersebut kini dinilai membahayakan nyawa lantaran berisiko terkunci total saat sistem elektronik padam. Pemerintah China secara resmi menetapkan larangan penggunaan gagang pintu tersembunyi tanpa rilis mekanis mengawali 1 Januari 2027.

Keaparatur negara kementerianan Industri dan Teknologi Informasi China menegaskan setiap kendaraan wajib memiliki tuas mekanis manual di untukan interior dan eksterior. Kebijakan ini diambil setelah serangkaian insiden fatal yang melibatkan ketidak berhasilan akses pintu pada mobil listrik modern.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *