Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasangan peziarah asal San Francisco Bay Area sukses lolos dari maut saat gelombang air bah banjir bandang setinggi puluhan meter menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Bencana dahsyat akibat runtuhnya gletser Himalaya pada Rabu lalu itu telah menewaskan hampir 600 orang serta menyebabkan sekitar 2.500 jiwa lainnya dilaporkan hilang.

Runtuhnya material gletser yang bercampur lumpur tebal pertama kali menghantam Desa Timure di Distrik Rasuwa, Nepal. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa sekitar 90 masyarakat sekitar negaranya diperkirakan berada di antara ribuan pihak korban yang masih belum ditemukan.

Anjana Raja dan pasangannya, Pattabiraman Venkatesan, berada di dalam bus pariwisata saat bencana alam tersebut mendadak datang dari arah pegunungan tinggi. Keduanya langsung menyadari ancaman bahaya ketika menyaksikan gulungan air hitam meluncur deras layaknya tsunami.

“Saya tahu saya akan mati,” ujar Anjana Raja kepada CBS News.

“Saya tahu saya akan mati.”

“Tingginya sekitar 60, 70 kaki, kelihatan bagaikan tsunami, tapi warnanya hitam pekat,” kata Venkatesan.

“… Saya dapat menyaksikan benda monster ini datang mendekat. Saat itu saya tidak tahu apakah itu air. Jujur, saya pikir itu api, kebakaran hutan.”

Raja merenggut kerah baju Venkatesan demi menyuruhnya berlari kencang saat mereka melompat keluar dari dalam bus. Langkah cepat tersebut menyelamatkan nyawa mereka di tengah ribuan masyarakat sekitar yang panik berebut menyelamatkan diri ke tempat tinggi.

Pasangan ini terus menaiki anak tangga terjal menuju area yang makin tinggi demi mengindari arus deras. Selama proses penyelamatan diri tersebut, rumah-rumah masyarakat sekitar di sekitarnya tampak hancur tersapu banjir.

“Di sepanjang jalan, Anda tahu, rumah-rumah bermunculan lalu roboh, air mengangkutnya jatuh,” kata Venkatesan.

Jeritan histeris dari masyarakat sekitar yang terseret arus bawah menambah suasana mencekam di area pemukiman lereng gunung. Raja menyaksikan langsung bagaimana dahsyatnya kehancuran yang terjadi tepat di depan matanya.

“Saya menyaksikan kematian tepat di depan mata saya,” kata Raja.

Seorang pemandu wisata sukses mengarahkan mereka menuju dataran rata di puncak gunung terdekat. Medan pendakian darurat tersebut amat berbahaya dan menguras seluruh tenaga mereka.

“Sangat tinggi di atas sana, saya bahkan tidak tahu bagaimana kami dapat memanjatnya,” kata Raja.

“Itu sungguh amat berat.”

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *