Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Krisis kesehatan publik melanda Malaysia setelah paparan kabut asap kebakaran hutan dari Kalimantan dan Sumatra memaksa penutupan ratusan sekolah serta memicu lonjakan dramatis kasus ISPA hingga 124 persen. Kombinasi cuaca kering ekstrem dan fenomena Super El Nino memicu eskalasi pencemaran udara ke level berbahaya, mengancam keselamatan masyarakat sekitar di kawasan Lembah Klang hingga Sarawak.

Rutinitas harian masyarakat sekitar berubah menjadi ancaman kesehatan langsung, bagaikan yang dialami Shobana Sritharan bersama putranya yang berusia 12 tahun setelah terserang demam dan batuk parah.

Ibu rumah tangga sekaligus penasihat siswa tersebut wajib ekstra waspada memantau Indeks Pencemar Udara (IPU) setiap jam setelah anaknya jatuh sakit seusai kegiatan luar ruangan sekolah.

“Kami telah terbiasa bersama hal ini lantaran (menyikapi kabut asap) telah menjadi kejadian tahunan, namun hal ini tetap amat merepotkan untuk seluruh orang,” ujar wanita berusia 41 tahun tersebut, dikutip dari CNA, Jumat (28/8/2026).

Keresahan Shobana mencerminkan penderitaan jutaan masyarakat sekitar Malaysia yang wajib menghirup udara beracun akibat pembakaran lahan pertanian musiman di negara tetangga.

Posisi geografis menjadikan Malaysia berada tepat di lintasan pergerakan asap utama dari Sumatra dan Kalimantan, memicu pembatalan berbagai kegiatan publik.

Bagaimana Dampak Kabut Asap Terhadap Sektor Pendidikan dan Acara Nasional?

Lebih dari 100 sekolah di Sarawak terpaksa ditutup sementara setelah angka IPU melonjak melampaui ambang batas amat tidak sehat yakni angka 200.

Keaparatur negara kementerianan Pendidikan merumahkan hampir 200.000 siswa dan melarang keras seluruh aktivitas olahraga di luar ruangan untuk daerah berstatus IPU di atas 100.

Dampak pembatalan jadwal ini berimbas pada kompetisi hoki tingkat nasional anak sekolah yang terpaksa dipindahkan sejauh 130 kilometer dari Kuala Lumpur ke Pahang.

Format pertandingan diubah secara mendadak menjadi sembilan lawan sembilan bersama durasi laga dipangkas dari 60 menit menjadi 15 menit saja.

Seorang wali murid bernama Kelvin menyuarakan kekecewaannya atas keputusan mendadak panitia yang dinilai membuang biaya besar tanpa memikirkan kesiapan atlet muda.

“Mereka dapat saja menunda kompetisi ke waktu lain. Ada sejumlah biaya yang terlibat, lantaran seuntukan orang tua wajib bepergian ke luar kota dan bus tambahan wajib dipesan demi para pemain,” ujar Kelvin.

Seberapa Parah Lonjakan Kasus Penyakit Pernapasan di Fasilitas Kesehatan?

Data Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan dramatis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 124,4 persen dari 1.637 menjadi 3.674 kasus dalam sepekan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *