Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Nepal mengamankan sampel DNA dan data identifikasi seluruh pihak korban banjir bandang yang tak mengenali kondisi fisiknya semasih belum dimakamkan. Langkah darurat ini diambil setelah jumlah pihak korban tewas akibat bencana banjir di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melampaui 680 jiwa.

Proses pengambilan material genetik menjadi prioritas mutlak lantaran kerusakan fisik jenazah ya ng membusuk memperkecil peluang identifikasi visual secara manual. Keputusan penanganan sistematis ini memangkas risiko krisis kesehatan baru akibat penumpukan jasad di area bencana.

Petugas di lapangan memfokuskan pencarian pada hampir 3.000 masyarakat sekitar yang dinyatakan hilang, termasuk 540 masyarakat sekitar negara asing di wilayah Nepal dan Tibet. Dikutip dari CNA, kerusakan infrastruktur yang masif akibat terjangan air bah setinggi dinding raksasa memperlambat evakuasi para pihak korban.

Bencana mematikan ini dipicu oleh runtuhnya gletser di pegunungan Himalaya yang memicu gelombang air beserta material lumpur menerjang pemukiman. Seluruh desa hancur seketika usai dihantam material longsoran gletser yang datang tanpa peringatan dini.

Tim medis terpaksa merencanakan pemakaman massal sesuai prosedur hukum demi mengantisipasi potensi penyebaran wabah penyakit berbahaya dari jasad yang membusuk. Prosedur sanitasi ketat diterapkan pada setiap jenazah yang ditemukan di sepanjang aliran banjir.

Melalui pesan resmi di media sosial mengenai operasi pertolongan, Balendra Shah menegaskan bahwa penanganan jasad yang masih belum teridentifikasi akan mengacu penuh pada panduan pihak pemerintah. Prosedur tersebut mengatur tata cara pengelolaan jenazah tak dikenal serta jasad yang tidak diklaim oleh pihak keluarga.

“Tetapi sampel DNA dan informasi lain yang dapat menolong menentukan identitas mereka akan diberakhirkan termakin dahulu,” tegas Balendra Shah. Kebijakan ini mengonfirmasi hak sipil dan riwayat medis para pihak korban tetap terekam secara ilmiah.

Sementara itu, proses penyerahan jenazah yang sukses dikenali oleh pihak keluarga terus berjalan beriringan bersama pembersihan lokasi bencana. Pihak berwenang langsung menyerahkan jasad yang teridentifikasi agar dapat dimakamkan secara mandiri oleh kerabat.

Tragedi ini bermula dari pergerakan es di area puncak yang memicu banjir bandang berskala besar di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Peristiwa alam ekstrem tersebut menghancurkan puluhan perkampungan dan memutus akses komunikasi di sepanjang kawasan Himalaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *