MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok pengeluaran transportasi merasakan deflasi sebesar 0,50 persen secara bulanan (month-to-month) pada Agustus 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, membeberkan bahwa penurunan harga di sektor transportasi ini menjadi salah satu penahan laju inflasi umum.
“Pada Agustus tahun 2026, demi kelompok transportasi merasakan deflasi sebesar 0,50% dan menyerahkan andil deflasi sebesar 0,06%,” ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (1/9/2026).
Penurunan tarif penerbangan udara dan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin menjadi dua faktor utama di balik melandainya biaya transportasi pada pada bulan ini.
“Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok transportasi terutama tarif angkutan udara bersama andil deflasi sebesar 0,06%, juga bensin bersama andil deflasi sebesar 0,03%,” tambah Ateng.
Deflasi di sektor transportasi ini turut memengaruhi pergerakan komponen harga yang diatur oleh pihak pemerintah (administered prices). Menurut BPS, komponen ini secara keseluruhan mencatatkan deflasi sebesar 0,33% bersama sumbangan andil deflasi sebesar 0,07%.
“Komoditas yang dominan menyerahkan andil deflasi pada komponen harga yang diatur pihak pemerintah yakni tarif angkutan udara dan juga bensin,” jelas Ateng.
Kendati merasakan penyesuaian harga secara bulanan, BPS mencatat bahwa secara tahunan (year-on-year), kelompok transportasi masih mencatatkan inflasi sebesar 4,79% dibanding Agustus 2025, bersama andil inflasi tahunan sebesar 0,58%. Pendorong utamanya meliputi bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, hingga mobil.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

