Bukan Sekadar Konser, Soundrenaline Ubah Phinisi Point Makassar Jadi Ruang Kreativitas

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Suasana berbeda terasa di kawasan Phinisi Point Area, Makassar, pada 29 Agustus 2026. Ribuan orang datang bukan cuma demi menyaksikan musisi favorit mereka, namun juga menikmati pengalaman festival musik yang dibuat makin dekat bersama kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

Sesejumlah 6.847 audiens tercatat hadir dalam Soundrenaline Sana Sini 2026. Makassar menjadi kota kedua dalam rangkaian festival tersebut setelah semasih belumnya menyapa kota lain.

Berbeda dari festival musik yang umumnya digelar di area khusus pertunjukan, Soundrenaline kali ini memilih konsep mall takeover bersama menjadikan ruang publik sebagai untukan dari pengalaman festival.

Konsep tersebut menciptakan musik, seni, dan aktivitas komunitas hadir berdampingan bersama aktivitas masyarakat sekitar. Pengunjung pun tidak cuma menjadi penonton, namun memiliki kesempatan demi berinteraksi makin dekat bersama berbagai komunitas dan tersangka industri kreatif.

Perwakilan Resonine, Putri Limbak Cahaya, menyebutkan kehadiran Soundrenaline di Makassar merupakan untukan dari upaya mengangkut festival tersebut makin dekat kepada penikmat musik di berbagai wilayah Indonesia.

“Selama ini Soundrenaline ingin terus berkembang dan menjangkau makin sejumlah penikmat musik di luar Jakarta. Karena itu, hadir di Makassar akhir Agustus pada hari semasih belumnya menjadi untukan dari upaya kami dalam mengangkut semangat Soundrenaline makin dekat bersama audiens di Indonesia Timur,” ujar Putri.

Menurutnya, kehadiran festival di Makassar juga membuka kesempatan untuk musisi lokal demi bertemu bersama talenta dari daerah maupun generasi berbeda. Dengan begitu, festival tidak berhenti sebagai pertunjukan musik, melainkan menjadi ruang pertemuan yang dapat mendorong lahirnya kolaborasi baru.

Dari sisi musik, Soundrenaline Sana Sini Makassar menghadirkan penampil lintas generasi dan skena. Iwan Fals & Band, Ali, Danilla, Float, Kelompok Penerbang Roket, Moluccan Soul, Seringai, hingga The SIGIT ikut mengisi panggung. Podcast Kuping Gajah serta sejumlah talenta dan kolektif kreatif juga turut meramaikan acara.

Dua kolaborasi spesial menjadi untukan yang menarik perhatian, yakni Yoko City Ghost bersama The SIGIT serta OG Avamato bersama Float. Pertemuan musisi dari latar berbeda tersebut memperlihatkan bagaimana festival dapat menjadi titik temu berbagai karakter musik.

Iwan Fals yang tampil sebagai penutup hingga tengah malam juga merasakan langsung energi penonton Makassar. Ia bahkan mengangkutkan “Phinisi Berlayar Membelah Laut Makassar”, lagu yang dibuat khusus demi masyarakat sekitar Makassar dan baru pertama kali dinyanyikannya.

“Makassar ini bukan kota yang asing lagi buat saya. Tapi setiap ke sini, penontonnya senantiasa luar biasa antusias,” kata Iwan Fals.

Ia juga mengangkutkan “Penghibur Hati” bersama Danilla, sebuah kolaborasi yang demi pertama kalinya mereka tampilkan.

Danilla sendiri menilai antusiasme masyarakat sekitar Makassar menyerahkan pengalaman tersendiri. “Makassar ini energinya diterima amat-amat positif, jadi aku happy banget dapat akhirnya balik lagi ke sini,” ujarnya.

Menurut Danilla, kekuatan festival bukan cuma terletak pada siapa saja yang tampil. Konsep yang dibangun juga menentukan pengalaman penonton.

“Uniknya dan pentingnya festival musik itu bila punya konsep yang bagus, kita tuh kayak menawarkan sebuah plot lah ya bila film,” ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *