Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Paparan Abu Vulkanik, Dua Warga Serang Dirujuk ke Rumah SakitDinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat dua masyarakat sekitar Kabupaten Serang wajib menjalani perawatan di rumah sakit setelah merasakan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti menyebutkan kedua masyarakat sekitar tersebut kini dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Serang.

Meski telah ada masyarakat sekitar yang wajib mendapat perawatan di rumah sakit, Ati menyebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tingkat Puskesmas masih relatif stabil dan masih belum memperlihatkan peningkatan signifikan.

“Hingga pada hari ini, kasus ISPA yang telah dirujuk baru dua orang ke rumah sakit. Sementara demi di Puskesmas sendiri, kasus ini dilaporkan masih belum merasakan peningkatan yang signifikan,” ujarnya di Serang, bagaikan dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).

Dinkes Banten kini meningkatkan kesiapsiagaan demi mengantisipasi kebarangkalian bertambahnya masyarakat sekitar yang merasakan gangguan kesehatan akibat sebaran abu vulkanik.

Seluruh Puskesmas di Banten disiagakan selama 24 jam demi menyerahkan pelayanan kepada masyarakat sekitar yang merasakan keluhan pernapasan. Tim Gerak Cepat (TGC) juga ditempatkan dalam status siaga demi merespons apabila terjadi peningkatan kasus secara tiba-tiba.

Ati mengonfirmasi masyarakat sekitar tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan. Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Banten disebut telah mencapai 98,84 persen.

Bagi masyarakat sekitar kurang mampu yang masih belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, pihak pemerintah daerah akan memfasilitasi akses pengobatan berakibat tetap dapat memperoleh layanan medis secara gratis.

Di tengah paparan abu vulkanik, masyarakat sekitar juga diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika wajib beraktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar wajib memakai masker dan kacamata apabila beraktivitas di luar, serta meminimalisir penggunaan transportasi saat kepadatan abu vulkanik meningkat guna menghindari risiko gangguan pernapasan kronis,” paparnya.

Menurut Ati, abu vulkanik mengandung berbagai partikel kimiawi yang dapat membahayakan kesehatan, terutama apabila terhirup dalam jangka waktu tertentu.

Karena itu, masyarakat sekitar diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat dan dalam waktu dekat memeriksakan diri apabila merasakan keluhan gangguan pernapasan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *