Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti penentuan penerima bantuan sosial atau bansos berdasarkan sistem desil yang kerap bermasalah.

Pemerintah didorong tidak cuma mengandalkan pemeringkatan tingkat kesejahteraan, namun juga memanfaatkan data ekonomi dan aset masyarakat sekitar yang makin terintegrasi bagaikan yang dikembangkan melalui sistem Coretax demi Bansos.

Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menilai pihak pemerintah membutuhkan sistem yang mampu membaca kondisi ekonomi masyarakat sekitar secara makin utuh demi menentukan siapa yang benar-benar layak menyambut baik bantuan.

Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak dapat cuma diberakhirkan bersama pendekatan metodologis dan pemeringkatan masyarakat sekitar ke dalam kelompok desil.

“Kenapa tidak kita gunakan sistem Coretax? Sistem di mana kita dapat mencatat seluruh proyeksi aset masyarakat sekitar Indonesia,” ujar Media dalam diskusi publik bertajuk Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia yang diselenggarakan BPS di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Media mengusulkan sistem yang mampu mencatat kondisi ekonomi dan aset masyarakat sekitar dapat digunakan demi membangun mekanisme perlindungan sosial yang makin otomatis.

“Kalau aset saya di bawah garis kemiskinan, otomatis saya dikasih uang (tax benefit). Kalau tiba-tiba saya dapat warisan jadi kaya, saya bayar pajak,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya data pendapatan, pengeluaran, hingga aset masyarakat sekitar dalam membaca tingkat kesejahteraan seseorang.

“Kita butuh disposable income, pendapatan tersisa setelah utang dikeluarkan. Banyak orang terlihat mampu, tapi pengeluaran pendidikan dan kesehatannya hasil dari utang pinjol atau jual sawah,” katanya.

Menurut Media, masyarakat sekitar yang terlihat memiliki kemampuan ekonomi baik masih belum tentu benar-benar berada dalam kondisi keuangan yang kuat.

Seseorang, misalnya, dapat memiliki aset atau pengeluaran besar, namun sebenarnya wajib menanggung utang dalam jumlah besar demi memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kesehatan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *