Virus Mematikan Serang Belanda, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Lonjakan kasus virus West Nile melipatgandakan total infeksi di Belanda menjadi 18 orang cuma dalam kurun satu pekan. Penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk ini kian mengkhawatirkan setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi penambahan sembilan pasien baru.

Dampak fatal wabah ini juga terus meningkat bersama ditemukannya pihak korban jiwa baru di wilayah setempat. Lembaga penyiaran NOS menginformasikan bahwa tiga orang telah meninggal dunia akibat virus tersebut di Belanda pada tahun ini, meningkat dari satu kematian yang dilaporkan pekan lalu, menurut institut tersebut.

Dikutip dari Anadolu, peta persebaran virus kini telah menjangkau wilayah pemukiman padat di enam provinsi berbeda. Wilayah yang teridentifikasi meliputi Utrecht, North Brabant, North Holland, South Holland, Overijssel, hingga Gelderland.

Penemuan kasus infeksi baru ini terungkap melalui dua mekanisme deteksi medis yang berbeda. Salah satu kasus teridentifikasi melalui studi ilmiah yang dilakukan oleh bank darah Sanquin Research, sementara pasien lainnya didiagnosis setelah dirawat di rumah sakit akibat munculnya gejala penyakit itu, demikian menurut institut tersebut.

Catatan kematian akibat virus ini sebenarnya makin tinggi apabila memperhitungkan masyarakat sekitar yang tertular di luar negeri. Seorang wanita dari Drenthe juga meninggal dunia akibat virus West Nile pada awal pada tahun ini, namun dia tidak dimasukkan dalam statistik Belanda lantaran dia tertular infeksi tersebut di Eropa Tenggara.

Nyamuk lokal menjadi perantara utama yang memindahkan agen penyakit dari populasi unggas ke pemukiman. Virus West Nile terutama ditemukan pada burung dan dapat menular ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Nyamuk rumah biasa dapat terinfeksi setelah mengisap darah burung pembawa virus, lalu menularkan virus tersebut kepada manusia dan hewan lainnya.

Meskipun rantai penularan dari hewan ke manusia amat cepat, interaksi antarmakhluk hidup memiliki batasan tertentu. Menurut RIVM, virus tersebut tidak dapat menular antarmanusia.

Seuntukan besar masyarakat sekitar yang terpapar agen infeksi ini kerap tidak menyadari keberadaan virus di tubuh mereka. Sekitar 80 persen orang yang terinfeksi tidak memperlihatkan gejala apa pun, sementara sekitar satu dari lima orang merasakan gejala mirip flu.

Ancaman kesehatan teramat serius mengintai kelompok masyarakat sekitar bersama daya tahan tubuh rentan. Sekitar 1 persen orang yang terinfeksi merasakan gejala neurologis, kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah menyikapi risiko makin tinggi demi merasakan penyakit parah.

Jejak awal masuknya patogen ini ke wilayah Belanda sebenarnya telah terdeteksi sejak sejumlah tahun lalu. Virus itu pertama kali terdeteksi di Belanda pada Agustus 2020 dalam sebuah studi Sanquin yang melibatkan pendonor darah.

Selain menyerang manusia, lonjakan kasus mematikan ini juga menghantam populasi ternak secara masif. Otoritas Keamanan Pangan dan Produk Konsumen Belanda juga telah menyambut baik 53 laporan baru mengenai kuda yang terinfeksi virus West Nile sejak pembaruan data semasih belumnya, berakibat total kasus yang dilaporkan pada kuda pada tahun ini mencapai 58 kasus.

Wabah ini turut memicu tingkat kematian yang cukup signifikan pada populasi unggas liar di berbagai wilayah. Virus itu juga telah terdeteksi pada 23 ekor burung liar yang mati dan 10 ekor yang masih hidup, menjadikan total burung terinfeksi yang dilaporkan sesejumlah 39 ekor berdasarkan data terbaru.

Pemerintah setempat terus memantau pergerakan vektor nyamuk guna menekan risiko penularan yang makin luas. Masyarakat diimbau demi mewaspadai gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *