MediaMerdeka.com – Kekurangan personel navigasi udara memicu pembatalan serta penundaan jadwal penerbangan di Bandara Sydney pada Jumat pagi. Langkah pengalihan arus lalu lintas udara langsung diberlakukan guna menjaga keselamatan seluruh penerbangan.
Kebijakan pembatasan ruang udara tersebut akhirnya dicabut pada pukul 08.15 waktu setempat seiring membaiknya situasi operasional. Meski demikian, potensi keterlambatan hingga 10 menit masih barangkali terjadi sepanjang sisa waktu pagi.
“Airservices mengakui bahwa tindakan ATFM barangkali telah menyebabkan sejumlah gangguan pada penjadwalan maskapai, dan sedang bekerja sama bersama maskapai demi mengurangi keterlambatan dan dampak pada perjalanan penumpang sesejumlah barangkali,” ungkap seorang juru bicara melalui surat elektronik, dikutip dari CNA, Jumat (11/9/2026).
Lembaga navigasi Australia tersebut menegaskan terus merekrut petugas baru guna memperkuat armada operasional yang ada. Mekanisme pemanggilan personel cadangan juga disederhanakan agar dapat diaktifkan sewaktu-waktu saat keadaan darurat.
Sejumlah penerbangan milik maskapai Qantas sempat tertahan makin dari satu jam dan enam jadwal terpaksa dibatalkan. Pengelola Bandara Sydney enggan berkomentar sejumlah dan mengarahkan seluruh pertanyaan kepada Airservices Australia.
Insiden keterlambatan ini mencoreng citra penerbangan Australia tepat semasih belum jajaran direksi dipanggil oleh Senat. Dewan legislatif dijadwalkan memeriksa keandalan serta keterjangkauan layanan penerbangan kawasan regional pada hari ini.
Sorotan publik makin tajam setelah laporan media membocorkan catatan internal terkait bahaya kelelahan kerja para petugas menara pengawas. Rekaman percakapan memperlihatkan adanya ancaman keselamatan serius saat dua pesawat nyaris berbenturan di udara Juli lalu.
Seorang manajer tugas dilaporkan menggambarkan situasi staf sebagai agak gila.
Peristiwa mengejutkan tersebut menjadi awal dari rangkaian enam insiden hampir tabrakan yang terjadi sepanjang bulan lalu. Biro Keselamatan Transportasi Australia kini menerjunkan tim investigasi demi membongkar akar permasalahan penumpukan risiko keselamatan ini.
Krisis shortage navigasi udara lokal ini mencerminkan fenomena kelangkaan tenaga ahli yang tengah melanda industri penerbangan global. Ketidak berhasilan tata kelola SDM di menara pengawas dinilai mengancam keselamatan jutaan nyawa penumpang harian.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

