MUI Soroti Cukai Rokok: Negara Dapat Pemasukan, Tapi Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

admin
By
admin
1 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari rokok.

Menurutnya, penilaian terhadap rokok dari sisi ekonomi tidak cuma dapat dilihat dari penerimaan yang diperoleh negara, namun juga perlu mempertimbangkan dampak lain yang muncul akibat konsumsi rokok.

“Dampaknya negatif makin sejumlah dibanding positif,” kata Amirsyah dalam acara Debat Publik Rokok: Halal atau Non-Halal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Amirsyah lalu menyoroti penerimaan negara yang berasal dari cukai tembakau.

Ia mengimbau penerimaan tersebut tidak dilihat secara terpisah, melainkan dibandingkan bersama pengeluaran negara yang berkaitan bersama kebutuhan kesehatan.

Menurutnya, perbandingan tersebut dapat memperlihatkan gambaran yang makin lengkap mengenai dampak ekonomi dari rokok.

“Coba dihitung berapa pendapatan negara demi cukai tembakau, berapa sejumlah negara mengeluarkan uang demi dokter,” ujar Amirsyah.

Ia mengajak agar besaran penerimaan dari cukai tembakau dan pengeluaran negara demi dokter sama-sama diperhitungkan.

Amirsyah lalu mengaitkan perbandingan antara penerimaan cukai dan pengeluaran kesehatan tersebut bersama dampak yang ditimbulkan rokok.

Ia menyebutkan apabila pengeluaran yang dikeluarkan makin besar, kondisi tersebut memperlihatkan adanya mudarat yang makin sejumlah.

“Lebih mahal, artinya apa makin sejumlah mudharat,” kata Amirsyah.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *