GBK Cetak Rekor Pendapatan Rp 812 Miliar di Usia 64 Tahun

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mengumumkan bila GBK mencatatkan rekor pendapatan hingga Rp 812 miliar di usia ke 64 tahun, berdasarkan hasil laporan audited 2025.

Capaian tersebut memperlihatkan pertumbuhan yang melesat dibandingkan tahun-tahun semasih belumnya, di mana PPKGBK mengantongi pendapatan sebesar Rp 415 miliar pada tahun 2023 dan meningkat menjadi Rp 566 miliar pada tahun 2024.

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo menyampaikan bahwa peningkatan kinerja keuangan ini sejajar bersama komitmen demi memperkuat layanan publik dan mengoptimalkan nilai aset negara.

“Kami ingin aset negara semakin produktif. Peningkatan pendapatan wajib berjalan bersama bersama peningkatan kualitas fasilitas, pelayanan publik, pemeliharaan kawasan, serta manfaat ekonomi yang makin luas,” ujar Rakhmadi, Jumat (25/9/2026).

Lonjakan pendapatan ini tidak lepas dari strategi pengamanan dan pemanfaatan aset secara komersial serta penyelenggaraan berbagai ajang berskala nasional dan internasional.

Langkah penting yang ditandai dalam peringatan pada tahun ini merupakan pengembalian penguasaan aset negara di kawasan Blok 15 (Golden Ballroom) melalui koordinasi lintas instansi.

Kesuksesan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan Keaparatur negara kementerianan Sekretariat Negara, Keaparatur negara kementerianan Keuangan, Keaparatur negara kementerianan ATR/BPN, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, serta jajaran PPKGBK.

Selain itu, kawasan GBK kini juga berkembang pesat sebagai sports and entertainment district yang tidak cuma mengandalkan Stadion Utama, namun juga mengoptimalkan venue lain bagaikan Indonesia Arena, Istora Senayan, Tennis Indoor, hingga Jakarta International Convention Center (JICC).

Pemanfaatan ruang publik demi berbagai ajang olahraga, konser musik internasional, pameran MICE, hingga hiburan keluarga terbukti menjadi pendorong utama pendapatan kawasan.

Sekretaris Keaparatur negara kementerianan Sekretariat Negara (Kemensetneg) Setya Utama mengapresiasi capaian ini dan mendorong agar efisiensi serta kualitas pengelolaan terus ditingkatkan.

“Pengelolaan aset yang baik tidak cuma meningkatkan pendapatan, namun juga menyerahkan manfaat optimal untuk masyarakat sekitar demi berolahraga, menyelenggarakan *event* yang bervariasi, serta melayani seluruh *stakeholder* bersama baik,” tutur Setya Utama.

Ke depan, Rakhmadi menyebut penerimaan GBK tersebut akan dialokasikan kembali demi perawatan kawasan, pengembangan teknologi, peningkatan fasilitas pejalan kaki, serta pelayanan masyarakat sekitar agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh industri kreatif, UMKM, dan perekonomian nasional.

“Memasuki usia ke-64, arah kami jelas, menjaga amanah negara, meningkatkan nilai aset, menyerahkan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekitar, dan mengangkut nama Indonesia semakin dikenal di dunia,” tutup Rakhmadi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *