MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara soal keluhan para peternak mengenai naiknya harga pakan belakangan ini. Kondisi ini dianggap menyulitkan lantaran biaya produksi jadi melonjak.
Menurut Budi, kenaikan harga pakan ini juga merupakan dampak dari melambungnya harga minyak.
Ia menyebut pihak pemerintah sedang membahas kebarangkalian menyerahkan subsidi pakan atau langkah lain demi menolong peternak menyikapi kenaikan biaya tersebut.
“Ya bila dari harga, ya salah satu faktornya memang kini lantaran harga minyak tinggi dan sebagainya. Tetapi kan pada hari semasih belumnya kami juga telah sampaikan bagaimana mengatasi ini, apakah nanti akan ada subsidi atau bagaimana,” ujar Budi saat ditemui usai pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
“Jadi kami memang masih belum ketemu lagi, namun pihak pemerintah akan mengambil langkah agar harga itu terjangkau oleh petani,” sambungnya.
Budi menyebutkan pihak pemerintah masih berkomunikasi demi mencari solusi terkait persoalan harga pakan. Menurut dia, kebijakan tersebut perlu disiapkan agar biaya yang ditanggung peternak tetap terjangkau.
“Ya kita kini lagi komunikasikan, kita akan cari solusinya. Kalau itu kan yang kedelai demi makan ya, bila ini kan khusus demi pakan,” ujarnya.
Semasih belumnya, Budi menerangkan harga telur ayam ras pada saat ini berada di kisaran Rp26.800 secara nasional. Harga tersebut telah mendekati harga acuan sebesar Rp30.000.
Menurut Budi, pihak pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen. Harga telur yang terlalu rendah dapat menciptakan peternak kesulitan menutup biaya produksi, sementara itu harga yang terlalu tinggi akan membebani masyarakat sekitar.
“Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur enggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal. Tetapi kita juga hitung berapa harga pasnya, jangan sampai juga konsumen terbebani,” kata Budi.
Budi menyebutkan harga acuan telur sebesar Rp30.000 telah ditetapkan sejak Juni 2024. Harga tersebut dihitung bersama mempertimbangkan biaya produksi, distribusi, serta daya beli masyarakat sekitar.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

