MediaMerdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memindahkan sementara pusat operasi modifikasi cuaca (OMC) dari Palembang, Sumatera Selatan, ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Langkah ini dilakukan setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang di Palembang hingga mengganggu aktivitas penerbangan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menerangkan pemindahan pusat operasi dilakukan sejak Jumat (9/10/2026).
Operasi yang semasih belumnya digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, itu dipindahkan lantaran kondisi asap mengganggu pelaksanaan penerbangan.
“Jarak Pandang di Bandara Depati Amir masih di atas 1.800 meter berakibat tergolong aman demi melaksanakan OMC,” kata Berton di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Pemindahan tersebut juga mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan.
Setelah memindahkan pusat operasi, BNPB melanjutkan penyemaian awan demi mendukung upaya mendatangkan hujan di Sumatera Selatan.
Pada Jumat (9/10/2026), BNPB melaksanakan satu sorti penerbangan OMC bersama menyebarkan 1.000 kilogram bahan semai di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.
Operasi berlanjut pada Sabtu (10/10/2026) bersama dua sorti penerbangan. Pada sorti pertama, penyemaian dilakukan di wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Sementara itu, sorti kedua menyasar wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu.
Masing-masing sorti pada Sabtu mengangkut 1.000 kilogram bahan semai. Dengan demikian, total bahan semai yang disebarkan dalam tiga sorti penerbangan selama dua hari mencapai 3.000 kilogram atau 3 ton.
BNPB menjadwalkan operasi modifikasi cuaca yang dipusatkan di Bandara Depati Amir berlangsung hingga Selasa (13/10/2026).
Di tengah upaya penanganan karhutla, BNPB juga mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi turunnya hujan di wilayah terdampak.
Kepala BNPB Letjen aparat TNI Suharyanto semasih belumnya menyampaikan bahwa hujan diperkirakan mengawali turun teramat cepat pada minggu ketiga Oktober dan teramat lambat pada minggu ketiga November.
“Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras menjalankan dkungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto.
Melalui pemindahan pusat operasi dan penyemaian awan di wilayah potensial, BNPB menginginkan hujan dapat turun di Sumatera Selatan demi menolong penanganan karhutla yang memicu kabut asap.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

