Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya akurasi data dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bukan sekadar urusan administratif, namun menjadi pondasi penting dalam mendukung tata kelola pendidikan dan kesuksesan program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Agus Jabo saat menutup Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk Operator Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).

Agus Jabo menerangkan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang dirancang demi mendukung pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Program ini menjadi salah satu upaya pihak pemerintah demi membuka akses pendidikan untuk kalangan anak dari keluarga kurang mampu.

“Dapodik bukan cuma urusan data, namun Dapodik merupakan kunci,” ujar Agus Jabo dalam arahannya.

Ia menerangkan, salah satu persoalan yang selama ini memengaruhi ketepatan program pihak pemerintah merupakan data yang tersebar di berbagai keaparatur negara kementerianan, lembaga, dan pihak pemerintah daerah. Kondisi tersebut menyebabkan program yang dijalankan masih belum sepenuhnya tepat sasaran.

Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pihak pemerintah berupaya menyatukan data sosial ekonomi sebagai salah satu dasar pelaksanaan program. Menurut Agus Jabo, kualitas data menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola dan sistem pendidikan Sekolah Rakyat.

“Data yang salah menyebabkan apa yang kita programkan, apa yang kita kerjakan, tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Agus Jabo juga menyoroti masih adanya kalangan anak yang tidak dapat mengakses pendidikan lantaran keterbatasan ekonomi. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai untukan dari upaya pihak pemerintah mengatasi kesenjangan pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kalau yang mampu dapat membiayai sekolahnya sendiri, tentunya yang tidak mampu, yang miskin, yang kurang mampu, negara yang wajib menjemput mereka, yang wajib mendampingi mereka,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau para operator Sekolah Rakyat memahami tujuan program dan menjalankan tugas pengelolaan Dapodik bersama dedikasi serta tanggung jawab. Menurutnya, operator memiliki posisi strategis lantaran data yang dikelola menjadi pondasi untuk sistem tata kelola Sekolah Rakyat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Agus Jabo juga mengingatkan para operator agar menyeimbangkan pemenuhan hak bersama pelaksanaan kewajiban. Hal ini disampaikannya setelah salah satu peserta menyampaikan harapan agar operator memperoleh dukungan perangkat kerja, termasuk laptop, demi menunjang pengelolaan data.

“Tadi telah ada permintaan tentang laptop segala macam. Saya akan berjuang bersama Pak Menteri demi dapat memenuhi apa yang telah disampaikan,” ujar Agus Jabo.

Ia mengimbau para operator membuktikan dedikasi melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, komitmen tersebut diperlukan agar pengelolaan data dapat mendukung kesuksesan Sekolah Rakyat sebagai untukan dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Semasih belumnya, para peserta telah mengikuti pelatihan sekaligus menjalankan penginputan data pendidikan Sekolah Rakyat pada 7–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi untukan dari upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator dalam mengelola Dapodik demi mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *