2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan memaparkan hasil penilaian terhadap kinerja para aparatur negara kementerian Kabinet Merah Putih dalam Peluncuran Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran.

Dalam pemaparan tersebut, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam daftar aparatur negara kementerian bersama penilaian terbaik. Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyampaikan bila survei tersebut dilakukan semasih belum adanya reshuffle Keaparatur negara kementerianan Keuangan pada pertengahan September lalu.

Setelah Purbaya, posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Di sisi lain, sejumlah aparatur negara kementerian masuk dalam daftar bersama penilaian terburuk. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia disebut menempati posisi teratas dalam kelompok tersebut, disusul Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Untuk yang aparatur negara kementerian yang terburuk, nomor satu ini bagaikannya masih sama bagaikan tahun lalu, ada Bahlil, Pigai, lalu Raja Juli Antoni, ini bagaikannya terkait bersama masalah karhutla,” kata Bhima dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/10/2026).

Selain ketiga nama tersebut, Bhima menyebut sejumlah aparatur negara kementerian lain yang masuk dalam daftar bersama penilaian terburuk, yakni Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Pratikno yang semasih belumnya sempat menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Kemudian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga disebut dalam kelompok aparatur negara kementerian bersama penilaian terburuk.

Selain menilai kinerja para aparatur negara kementerian, CELIOS memaparkan hasil survei mengenai capaian program prioritas Kabinet Merah Putih, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Untuk program MBG, sesejumlah 50 persen ahli yang disurvei mengimbau program tersebut dihentikan sepenuhnya. Sementara itu, 37 persen mengimbau penghentian sementara atau moratorium hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.

“Untuk makan bergizi gratis, persepsi ahli 50 persen minta demi dihentikan sepenuhnya, 37 persen dihentikan sementara sampai dilakukan evaluasi menyeluruh atau minta dilakukan moratorium,” ujar Bhima.

Penilaian negatif juga muncul terhadap program Kopdes Merah Putih. Sesejumlah 74 persen ahli menegaskan amat tidak setuju terhadap program tersebut, sementara itu 66 persen responden dalam penilaian pendapat mengenai Kopdes Merah Putih juga menegaskan tidak setuju.

Bhima menyebut kedua program tersebut merupakan untukan dari program prioritas pihak pemerintah yang turut dinilai dalam rapor kinerja Kabinet Merah Putih.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *