MediaMerdeka.com – Kabut asap atau jerebu yang melanda Malaysia turut mewarnai tragedi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan tiga bersaudara di Pontian, Johor, Kamis (8/10/2026).
Ketiga pihak korban berusia 18, 11, dan 8 tahun. Mereka merasakan kecelakaan saat mengendarai sepeda motor menuju sekolah yang telah ditutup akibat kondisi kabut asap.
Berdasarkan laporan media Malaysia, sepeda motor yang ditumpangi ketiganya bertabrakan bersama sebuah truk. Dua pihak korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara itu satu pihak korban lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Mengutip Berita RTM, kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian dilaporkan diselimuti kabut dan jerebu hingga membatasi jarak pandang. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang barangkali berkontribusi terhadap kecelakaan.
Meski demikian, penyebab tentu tabrakan masih dalam penyelidikan kepihak kepolisianan setempat. Polisi masih belum mengonfirmasi apakah jarak pandang yang terbatas akibat jerebu berkontribusi langsung terhadap kecelakaan tersebut
Sekolah Ditutup akibat Jerebu
Pemerintah Malaysia mengambil langkah penutupan sekolah di sejumlah wilayah setelah kualitas udara memburuk akibat jerebu.
Kebijakan tersebut berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sejumlah negara untukan dan wilayah federal, termasuk Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta seuntukan Pahang.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut kembali menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan lintas batas terhadap aktivitas masyarakat sekitar di negara tetangga.
Selain mengganggu kegiatan pendidikan, kondisi udara yang buruk juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat sekitar, terutama kalangan anak dan kelompok rentan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

