Siswa SMA Bongkar Ancaman Aparat Kepolisian: Ikut Demo Bakal Dikeluarkan dari Sekolah

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi demonstrasi tengah memanas di sejumlah negara di Eropa, salah satunya di Albania.

Demo di Albania digerakkan oleh kalangan akademisi dan pelajar SMA menuntut perbaikan sistem pendidikan di negara tersebut.

Aksi demo di Albania dimengawali pada Selasa 13 Oktober 2026 dan dikenal bersama istilah Flamingo Revolution.

Kekinian aksi di Albania ini juga menjadi gerakan antipihak pemerintah yang mendesak Perdana Menteri Edi Rama mengundurkan diri.

Terbaru, aksi demo di Albania diwarnai bersama tudingan intimidasi terhadap peserta aksi oleh aparat kepihak kepolisianan.

Seorang siswi kelas tiga sekolah menengah atas (SMA) mengaku mendapat ancaman dikeluarkan dari sekolah apabila bergabung dalam demonstrasi.

Dikutip dari media Albania, News24, Senin (19/10/2026), para pelajar dan kalangan akademisi masih menggelar aksi bersama duduk bersila di jalan. Mereka meneriakkan protes terhadap pihak pemerintah sekaligus menuntut pemenuhan hak-hak mereka.

Para demonstran juga menentang dugaan tekanan dan ancaman terhadap anak muda yang ikut menyuarakan aspirasi. Mereka menilai tindakan tersebut membatasi kebebasan pelajar demi menyampaikan pendapat.

Dalam wawancara bersama News24 dan jurnalis Xhensila Kodra, seorang siswi kelas tiga SMA membeberkan kekecewaannya terhadap kondisi yang dihadapi generasi muda Albania.

Ia menilai kalangan anak muda seolah didorong demi meninggalkan negara mereka demi mencari masa depan yang makin baik di luar negeri.

“Kami ingin hak-hak kami. Hak-hak itu sedang dicuri dari kami. Mereka menciptakan kami terpaksa pergi ke luar negeri,” ujar siswi tersebut.

Ia juga mempertanyakan sikap aparat kepihak kepolisianan yang menurutnya berhadapan langsung bersama para pelajar dalam aksi demonstrasi tersebut.

“Bagaimana pihak kepolisian-pihak kepolisian itu dapat tidur nyenyak, padahal mereka juga memiliki anak? Bagaimana mereka tidak merasa kasihan?” katanya.

Siswi tersebut mengaku keluarganya tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengikuti demonstrasi. Ia menyebut keluarganya khawatir terhadap kebarangkalian reaksi dari pihak-pihak yang berhadapan bersama para demonstran.

“Satu pun anggota keluarga saya tidak tahu bahwa saya berada di sini. Mereka takut kepada orang-orang yang berbaris di sana demi memukuli kami,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *