Media Singapura: Indonesia Perketat Aturan untuk Atasi Manipulasi Pasar Saham

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Media Singapura menyoriti aksi Bursa Efek Indonesia merombak total mekanisme pengawasan transaksi demi merespons ancaman penurunan status dari lembaga penyedia indeks global MSCI. Langkah tegas ini diambil setelah MSCI menilai penanganan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal domestik masih belum optimal.

CNA menciptakan judul bersama menyoroti kasus manipulasi pasar saham Indonesia.

Indonesia memperketat langkah-langkah terhadap manipulasi pasar saham setelah penurunan tajam pasar yang dipicu oleh MSCI,” begitu judul dari CNA.

“Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyebutkan kepada Kabinetnya pekan lalu bahwa MSCI berupaya demi mengintimidasi Indonesia, namun menegaskan bahwa negara itu tidak akan takut.”

Ancaman degradasi menjadi status standalone market mengintai Indonesia apabila manipulasi konsentrasi kepemilikan saham tidak dalam waktu dekat dibenahi. Risikan penurunan ini jauh makin keras ketimbang peringatan awal pada Januari lalu yang sebatas ancaman ke status frontier market.

Guna menjamin independensi, susunan komite penentu daftar saham berkonsentrasi tinggi kini resmi diperluas bersama melibatkan pakar akademisi serta perwakilan investor asing. Pejabat otoritas pasar modal tidak lagi mendominasi keanggotaan komite pengawas bagaikan periode semasih belumnya.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengonfirmasi masuknya mantan partner Capital Group sekaligus penasihat Danantara, F Chapman Taylor, ke dalam struktur komite baru tersebut. Selain itu, otoritas bursa juga bersiap meluncurkan investigasi mendalam dan membekukan rekening investor yang terindikasi menjalankan transaksi semu.

“Kami mendorong BEI demi memperkuat mekanisme dan metodologi pengawasan perdagangan, termasuk kapasitasnya demi mengidentifikasi pola transaksi yang tidak wajar, mendeteksi perdagangan terkoordinasi, dan memperkuat mekanisme demi merespons peristiwa semacam itu,” kata Hasan Fawzi, Pengawas Pasar Modal regulator keuangan.

Penerapan pembekuan akun mencurigakan mengawali November mendatang menjadi bukti pergeseran strategi pengawasan bursa yang kini jauh makin proaktif dari semasih belumnya. Mekanisme lama yang cuma mengandalkan peringatan Unusual Market Activity (UMA) dan permintaan klarifikasi ke emiten dianggap tidak lagi cukup.

Kebijakan strategis lain juga telah disiapkan bersama mengeluarkan saham ber-konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan indeks utama mengawali 2 November. Sejauh ini, otoritas mencatat sedikitnya ada 80 korporasi yang masuk dalam daftar batasan ketat tersebut.

Guna meredam gejolak pasar, regulator turut memperpanjang izin buyback saham tanpa persetujuan RUPS hingga Juni 2027. Kebijakan pemulihan ini tetap diwajibkan mengacu pada ketentuan batas minimum porsi saham publik atau free float.

Regulator bergerak cepat menjalankan komunikasi intensif bersama MSCI serta FTSE Russell demi menegaskan komitmen reformasi pasar modal. Hasan menilai pasar domestik memperlihatkan daya tahan yang cukup baik di tengah tekanan sentimen negatif dari luar.

Hasan menggambarkan investor lokal cukup dewasa dan bijaksana lantaran tetap menjalankan pembelian pada saham-saham korporasi yang memiliki fundamental bagus. Peringatan MSCI semasih belumnya sempat memicu aksi jual masif dua hari terburuk sepanjang sejarah pada pertengahan Oktober lalu.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan politiknya secara terbuka saat memimpin rapat kabinet pekan lalu. Prabowo menyebutkan bahwa MSCI berusaha demi “mengintimidasi” Indonesia, namun menegaskan bahwa negara tidak akan takut menyikapi tekanan tersebut.

Isu pembenahan struktur pasar modal Indonesia sebenarnya telah bergulir sejak peringatan awal MSCI pada Januari lalu. Sebagai respons atas peringatan tersebut, Indonesia telah merilis data kepemilikan investor secara makin terperinci ke publik.

Otoritas juga telah menaikkan batas minimum free float serta menjatuhkan denda rekor tertinggi untuk para tersangka manipulasi harga saham. Langkah pengetatan komite dan pembekuan akun investor kini menjadi pembuktian lanjutan agar Indonesia tetap bertahan di kategori emerging market.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *