MediaMerdeka.com – Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyelidiki siaran langsung di Facebook yang menampilkan insiden seorang pelajar berusia 16 tahun diduga menyerang guru wanita di sebuah sekolah swasta di Kuching, Sarawak.
Juru Bicara Pemerintah Malaysia, Datuk Seri Fahmi Fadzil, menyebutkan penyelidikan dilakukan demi mengusut persoalan tersebut.
MCMC akan menyampaikan pernyataan resmi setelah proses penyelidikan berjalan sesuai kebutuhan.
“Saat ini, MCMC sedang menyelidiki persoalan tersebut. Jika kita mengingat kembali, semasih belumnya terdapat sejumlah kejadian di negara lain ketika platform tidak berhasil mencegah tindakan kekerasan disiarkan secara langsung,” kata Fahmi dikutip dari Berita Harian.
“Kita serahkan kepada MCMC demi menjalankan penyelidikan dan mengeluarkan pernyataan pada waktu yang tepat,” ujarnya.
Pelajar 16 Tahun Serang Guru bersama Kapak
Insiden tersebut terjadi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 08.03 waktu setempat.
Seorang pelajar pria berusia 16 tahun diduga mengangkut petasan dan kapak ke sekolah swasta di Kuching semasih belum melukai seorang guru wanita.
Penjabat Komisaris Polisi Sarawak, Deputi Komisaris Saifullizan Ishak, menyebutkan pihak kepolisian menyambut baik laporan mengenai kejadian tersebut melalui saluran darurat MERS 999.
Berdasarkan informasi awal, pelajar tersebut diduga menyerang guru memakai kapak. Korban dilaporkan merasakan luka pada untukan tangan.
Pelajar itu ditangkap tidak lama setelah kejadian dan lalu dirawat di bangsal psikiatri Rumah Sakit Umum Sarawak (HUS).
Polisi menegaskan pemeriksaan terhadapnya mempertimbangkan kondisi kesehatan serta saran tenaga medis.
Polisi Selidiki Motif Penyerangan
Polisi Sarawak menyelidiki kasus tersebut berdasarkan Pasal 324 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia terkait dugaan menyebabkan cedera memakai senjata atau benda berbahaya.
Penyelidikan juga dilakukan berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Bahan Peledak 1957 terkait dugaan kepemilikan bahan peledak.
Saifullizan menyebutkan penyelidikan terperinci masih berlangsung demi mengetahui penyebab sebenarnya dari insiden tersebut serta mengumpulkan bukti yang relevan.
Ia juga mengimbau masyarakat sekitar agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang masih belum terverifikasi.
Imbauan tersebut disampaikan demi menghormati proses penyelidikan dan menjaga kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

