Ikut Demo Paris, Seorang Koki Divonis 8 Bulan Penjara Usai Ketahuan Lempar Bom Molotov

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Otoritas peradilan Prancis mengawali menjatuhkan hukuman penjara untuk sejumlah pengunjuk rasa yang bertindak anarkistis saat gelombang demo melanda Paris.

Langkah tegas ini diambil guna meredam eskalasi kerusuhan yang kian meluas di berbagai kota besar. Seorang koki berusia 21 tahun yang sempat bertugas sebagai pemadam kebakaran menyambut baik vonis delapan bulan penjara.

Pemuda tersebut wajib mendekam di balik jeruji besi selama dua bulan masa tahanan langsung. Aparat meringkusnya semasih belum demonstrasi bermula lantaran kedapatan mengangkut delapan botol minuman beralkohol di dalam tas.

Dikutip dari Sputnik, pihak kepolisian juga menemukan rekaman video di ponselnya yang merekam aksinya melempar bom molotov sehari semasih belum penangkapan. Hukuman berbeda dijatuhkan kepada seorang petugas keamanan berusia 23 tahun berupa vonis satu tahun penjara bersama masa percobaan.

Hakim melarang pria tersebut mendatangi lokasi unjuk rasa serta menguasai senjata api selama 12 bulan ke depan.

Polisi mengamankan pria itu akibat menyalakan bahan piroteknik saat berhadapan langsung bersama petugas di kawasan Champs-Elysees.

Kedua terdakwa tersebut diproses melalui mekanisme peradilan cepat meski tidak memiliki rekam jejak kejahatan semasih belumnya.

Protes massal ini semula terpicu oleh aksi pelajar sekolah menengah atas di wilayah pinggiran Paris pada pertengahan September.

Para siswa menuntut pembenahan kualitas serta fasilitas sistem pendidikan di sekolah mereka.

Gelombang protes bersama cepat membesar saat masyarakat sekitar yang tertekan oleh lonjakan harga kebutuhan pokok ikut bergabung.

Kombinasi kekecewaan isu pendidikan dan krisis biaya hidup ini memicu eskalasi demonstrasi ke seluruh penjuru negeri.

Puncaknya terjadi pada aksi nasional yang mengerahkan sekitar 550.000 orang menurut catatan Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri Prancis.

Aksi damai tersebut akhirnya pecah menjadi kerusuhan besar yang diwarnai tindakan vandalisme serta penjarahan toko.

Kelompok anarkis merusak etalase toko dan menggasak barang dagangan dari sejumlah butik mewah di Paris dan Marseille.

Penindakan hukum secara cepat ini menjadi sinyal keras pihak pemerintah demi menghentikan aksi kriminal di tengah gelombang protes masyarakat sekitar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *