Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan beragam manfaat strategis dari pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di hadapan Komisi I DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit di tingkat kabupaten tidak cuma demi kedaulatan, namun juga menyerahkan dampak nyata untuk keamanan dan harmoni sosial masyarakat sekitar.

Dalam rapat kerja tersebut, Sjafrie menerangkan, bahwa revitalisasi pertahanan ini sempat menciptakan negara-negara di kawasan terkejut. Namun, ia menegaskan pentingnya pengawalan terhadap 514 kabupaten dan perbatasan bersama 11 negara.

“Saya perlu menerangkan kepada kepada fraksi negara regional ada yang kaget demi apa bikin 750 Batalyon selama lima tahun,” kata Sjafrie.

Sjafrie menargetkan pembentukan 150 batalyon setiap tahunnya. Khusus demi Pulau Jawa, ia mengonfirmasi seluruh kabupaten akan terkawal pada tahun 2026.

Salah satu manfaat teramat krusial yang ia soroti merupakan penurunan angka kriminalitas jalanan yang signifikan.

“Saya ingin sedikit menyinggung apa manfaat batalyon infanteri teritorial pembangunan. Apanyang kita lihat semasih belum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali,” ungkapnya.

Kehadiran markas militer dan latihan rutin prajurit di daerah disebutnya terbukti ampuh menyerahkan rasa aman.

“Tapi setelah kita berada di situ menciptakan pangkalan dan pangkalan itu telah jadi bersama latihan kemampuan dan sebagainya. Ini begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen. Dan ini merupakan tugas batalyon teritorial pembangunan bersama menjalankan patroli keliling bersama kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan baik itu kendaraan listrik maupun kendaraan non listrik,” jelasnya.

Tak cuma menumpas begal, Sjafrie menerangkan bahwa 1.190 personel dalam satu batalyon tersebut dirancang demi menyatu bersama lingkungan sosial dan religi masyarakat sekitar setempat.

Ia membeberkan, sejumlah prajurit yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat.

“Penguatan terhadap lingkungan sosial, di kabupaten di kampung kampung ada masjid ada gereja, sedikit sekali pura , tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang itu terdiri dari mereka meraka yang dari pesantren, dan bagaimana rohaniawan non muslim itu masuk ke gereja bersama sama masyakat, bersama sama bersama masyarakat sekitar adat di masjid dapat jadi khatib dan imam di masjid. Jadi masyakat mesra hangat bersama batalyon teritorial ini,” tutur Sjafrie.

Selain itu, ia menyebut kehadiran batalyon ini menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang sempat menurun.

Para prajurit juga aktif di bidang pendidikan bersama menolong mengajar di sekolah-sekolah lapangan.

Dari sisi ekonomi, Menhan mengonfirmasi anggaran demi kehidupan prajurit akan berputar di daerah tersebut berakibat langsung menyentuh tersangka Usaha Kecil Menengah (UKM).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *