MediaMerdeka.com – Angka penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026 mengawali diwarnai oleh kenaikan harga yang cukup tajam, khususnya pada komoditas sapi jawa.
Para pedagang musiman di lapangan membeberkan bahwa lonjakan harga jual pada tahun ini menembus kisaran 25 persen apabila disandingkan bersama periode yang sama pada tahun lalu.
Seorang pedagang hewan kurban, Pepeng (30), menerangkan bahwa tren kenaikan harga ini telah terasa sejak dari tingkat peternak lokal pada awal musim pembukaan pasar kurban pada tahun ini.
“Kalau sapi jawa memang naik lumayan tinggi pada tahun ini,” kata Pepeng kepada MediaMerdeka.com, Selasa (19/5/2026).
Sebagai ilustrasi perbandingan modal operasional, Pepeng menyebutkan bahwa pada tahun lalu satu ekor sapi jawa berukuran standar masih dapat diperoleh bersama harga modal di kisaran Rp20 juta. Namun pada saat ini, nilai tebus di tingkat peternak telah melambung tinggi.
“Tahun lalu modal sapi jawa sekitar Rp20 juta, kini dapat sampai Rp25 juta,” ujarnya.
Faktor Biaya Pakan Khusus Peternakan
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun para pedagang dari pihak hulu, tingginya harga jual sapi jawa ini dipicu langsung oleh pembengkakan biaya pemeliharaan, terutama pengadaan pakan berkualitas.
Sapi jawa dikenal memerlukan formula pakan dan perlakuan yang makin spesifik agar pertumbuhan bobot dagingnya dapat mencapai target optimal semasih belum hari penyembelihan.
“Peternak juga mengaku kini biaya pakannya naik. Sapi jawa itu perlu pakan yang makin khusus supaya cepat gemuk dan kualitasnya bagus,” ucap Pepeng.
Karakteristik biologis tersebut menciptakan struktur biaya pemeliharaan sapi jawa menjadi makin tinggi apabila dibandingkan bersama jenis ras sapi lainnya, bagaikan sapi bali.
Menurut pengalaman para pedagang, sapi bali relatif makin efisien dalam hal pemeliharaan lantaran memiliki daya adaptasi lingkungan yang tinggi dan tidak bergantung pada konsentrat pakan mahal.
“Kalau sapi bali relatif makin gampang. Pakannya enggak semahal sapi jawa, tapi makin mudah gemuk juga. Rumput liar gitu juga dapat,” tambahnya.
Perbedaan biaya input tersebut menciptakan harga jual sapi bali pada musim kurban tahun 2026 ini cenderung makin stabil dan terkendali, menjadikannya salah satu opsi alternatif yang teramat diminati oleh para mudhohi (orang yang berkurban).
Meski harga beli sapi jawa terkoreksi naik cukup tinggi, pergerakan omzet pedagang sejauh ini masih belum memperlihatkan adanya indikasi penurunan daya beli yang drastis. Minat kolektif masyarakat sekitar demi menunaikan ibadah kurban terpantau tetap berjalan normal.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

