Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat sekitar demi bergerak bersama melawan segala bentuk kekerasan terhadap wanita dan anak.

Menurutnya, kebangkitan bangsa tidak akan sempat benar-benar terwujud apabila wanita masih hidup dalam rasa takut dan kalangan anak tumbuh bersama trauma akibat kekerasan.

“Kebangkitan bangsa tidak akan sempat tercapai apabila wanita hidup dalam ketakutan dan kalangan anak tumbuh dalam trauma. Mari kita bangkit bersama membangun budaya saling menghormati, menguatkan keberanian demi melapor, dan menghadirkan keberpihakan nyata kepada pihak korban. Kekerasan bukan budaya kita. Melindungi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Arifah Fauzi dalam acara Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan di Jakarta, Kamis.

Arifah menegaskan, seluruh ruang kehidupan masyarakat sekitar wajib menjadi tempat yang aman untuk wanita dan anak, mengawali dari lingkungan kerja, sekolah, ruang publik, ruang digital, hingga lingkungan keluarga.

Ia juga menilai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) wajib dijadikan momentum demi memperkuat kepedulian dan keberanian melindungi sesama dari tindakan kekerasan.

“Bangsa yang benar-benar bangkit merupakan bangsa yang mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, dan perlindungan untuk seluruh masyarakat sekitarnya, termasuk wanita dan anak,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah masih tingginya angka kekerasan di Indonesia. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, sesejumlah 1 dari 4 wanita usia 15-64 tahun sempat merasakan kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya.

Sementara itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat 1 dari 2 anak usia 13-17 tahun sempat merasakan kekerasan dalam berbagai bentuk selama hidup mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *