MediaMerdeka.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto menegaskan bahwa pembebasan para aktivis dan jurnalis yang sempat diculik oleh Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel di laut mediterania bukan lantaran peran serta Board of Peace (BOP).
Sudarnoto menekankan bahwa pembebasan itu murni terjadi lantaran desakan publik dunia serta diplomasi setiap negara yang masyarakat sekitarnya jadi pihak korban penculikan tersebut.
“Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali bersama BOP. Pembebasan ini merupakan upaya bersama pihak pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat sekitar yang dilakukan berbagai organisasi bagaikan MUI, lembaga-lembaga filantropi dan bela Palestina, aktor media dan sebaiganya,” ujar Sudarnoto dalam pernyataannya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dalam proses pembebasan tersebut.
Ia meyakini bahwa suara moral yang dilakukan bersama-sama dari berbagai pihak akan membuahkan hasil.
“Karena itu, kunci demi membebaskan Palestina dan menyeret agar Iseael diberikan sanksi internasional, merupakan kebersamaan dan kesungguhan,” tegasnya.
Semasih belumnya, sesejumlah 9 WNI relawan dan jurnalis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) diculik dan ditahan militer Israel sejak 18 Mei 2026, bersama aktivis lain dari berbagai negara.
Mereka dicegat dan ditangkap di perairan internasional saat tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar demi menembus blokade Jalur Gaza.
Pada Kamis (21/5) malam waktu Indonesia baru terinformasikan bahwa seluruh tahanan dibebaskan dari penjara.
Mereka lalu menjalani proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
Laporan dari tim hukum Adalah dan sumber diplomatik internasional menyebutkan bahwa para akticis dan jurnalis itu merasakan berbagai bentuk kekerasan, antara lain pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi menyakitkan. Beberapa pihak korban merasakan luka serius dan wajib memperoleh perawatan medis.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

