Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – Perum Bulog terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan melalui edukasi dan dialog bersama generasi muda. Kali ini, Bulog mengajak perwakilan kalangan akademisi se-Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan demi Cadangan Pangan Pemerintah” yang digelar di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran terbuka untuk kalangan akademisi demi menyaksikan makin dekat bagaimana pihak pemerintah, melalui Bulog, mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai untukan penting dari sistem ketahanan pangan nasional. Melalui kunjungan langsung ke gudang, kalangan akademisi memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan untuk masyarakat sekitar.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal aparat TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han menyampaikan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya gagasan baru. Pencapaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan semakin dimantapkan pada 2026 memperlihatkan keseriusan pihak pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Mahasiswa dan kampus memiliki peran penting demi ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap isu pangan.

“Penguatan swasembada pangan tidak cuma dilihat dari sisi produksi, namun juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan mengonfirmasi pangan tetap tersedia serta terjangkau untuk masyarakat sekitar. Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Informati penting turut disampaikan terkait capaian penting sektor pangan nasional. Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah, bersama total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton. Kapasitas tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, berakibat Bulog dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pihak pemerintah, khususnya dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi pangan,” tambah Dirut Bulog.

Dari sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Capaian ini memperlihatkan peran aktif Bulog dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, Bulog tidak cuma menjaga ketersediaan beras, namun juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Dirut Bulog mengimbuhkan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mengawali dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam mengonfirmasi rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekitar di berbagai wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi untukan dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama kalangan akademisi ini, Bulog menginginkan kampus dapat mengambil peran makin aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Mahasiswa tidak cuma menjadi penerima informasi, namun juga untukan dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif untuk masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan bukan cuma agenda pihak pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *