Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membeberkan bila Indonesia masih jauh dari krisis ekonomi layaknya periode tahun 1997-1998. Ini sekaligus bantahan terhadap sentimen negatif yang tersebar di media sosial.

Wamenkeu Juda Agung mengklaim bila Indonesia pada saat ini merasakan pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi terkendali, serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang masih terjaga.

Ia lalu memaparkan data APBN KiTa edisi Mei 2026, di mana Pendapatan Negara mencapai Rp 918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dari tahun semasih belumnya (year on year/yoy). Khusus Penerimaan Pajak, kategori ini juga mencapai Rp 646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen yoy.

Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen yoy. Berkat pengeluaran makin besar dari pendapatan, defisit APBN tercatat 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dibandingkan bersama bulan Maret atau kuartal satu merasakan penurunan dari 0,92 persen menjadi 0,6 persen,” kata Juda Agung di acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disaksikan virtual, Senin (25/5/2026).

Sementara itu Keseimbangan Primer merasakan surplus Rp 28 triliun per April 2026. Juda menyebut bila ini memperlihatkan APBN RI dalam tahap ekspansi, namun masih terukur.

Lebih lanjut ia menegaskan bila dalam situasi global yang tak menentu, Pemerintah mesti menjaga APBN demi mendorong perekonomian maupun menjaga disiplin fiskal di tengan kenaikan harga minyak dunia.

“Banyak kalangan di media, termasuk media sosial menyebutkan, ekonomi kita menuju krisis bagaikan 97-98. Kalau menyaksikan angka-angka tadi, jauh dari situasi krisis,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *