Tanda-tanda Damai Perang AS – Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Dewan Keamanan PBB didesak dalam waktu dekat mengambil alih legitimasi kesepakatan damai guna menghentikan perang multilateral antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini dinilai krusial agar resolusi penghentian konflik di kawasan Teluk memiliki kekuatan hukum internasional yang mengikat.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa konsensus global amat dibutuhkan demi mengawal stabilitas jangka panjang di Timur Tengah. Pihaknya menginginkan seluruh aktor yang terlibat bersedia menurunkan ego demi tercapainya titik temu penandatanganan perdamaian.

“Kami meyakini bahwa ketika itu tercapai, maka kesepakatan tersebut akan diserahkan kepada DK PBB demi dukungan supaya dapat memiliki legitimasi dan kewenangan,” kata Wang Yi dalam pernyataannya di Markas PBB pada Selasa (26/5).

Di sisi lain, Gedung Putih mengawali memperlihatkan sinyal positif yang mengarah pada berakhirnya konfrontasi senjata. Para aparatur negara Washington menegaskan optimisme yang terukur terhadap kemajuan draf perjanjian komprehensif tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa dokumen kesepakatan penutupan perang bersama Teheran telah hampir rampung. Fase finalisasi antar-negara pelaksana diproyeksikan bakal berjalan dalam waktu dekat.

Sebagai pemegang kepala negarasi DK PBB sepanjang Mei 2026, China memanfaatkan momentum ini demi menekan badan urusan keamanan tersebut agar makin agresif. Wang menilai PBB tidak boleh pasif dalam merespons peluang rekonsiliasi yang mengawali terbuka.

“Selama China memimpin DK PBB di Mei 2026, Wang menyebutkan ke depannya, badan yang ditugaskan menjamin perdamaian dan keamanan internasional tersebut wajib bergerak maju dan memikul tanggung jawab.”

Upaya diplomatik ini menjadi krusial mengingat eskalasi militer yang pecah sejak Februari lalu telah melumpuhkan stabilitas ekonomi global. Ketegangan bermula saat armada gabungan Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah teritorial Iran.

Merespons agresi tersebut, Teheran membalas lewat serangan balik ke wilayah Israel dan pangkalan sekutu Barat di Teluk. Militer Iran juga memblokade total Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi dan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

Negosiasi alot yang dimediasi oleh Pakistan sempat membuahkan hasil lewat gencatan senjata jangka pendek pada awal April. Momentum jeda pertempuran itu lalu diperpanjang secara sepihak oleh Trump hingga batas waktu yang masih belum ditentukan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *