Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Stabilitas kawasan Timur Tengah kembali berada di titik nadir setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran untukan selatan. Langkah agresif ini berisiko besar menghancurkan momentum diplomasi yang sedang dibangun oleh kedua belah pihak.

Fokus serangan Washington mengarah langsung pada pangkalan peluncuran rudal serta armada kapal yang diduga kuat akan digunakan demi menyebar ranjau laut. Operasi ini menandai eskalasi serius di tengah upaya internasional meredam konflik.

Pihak Komando Pusat AS (Centcom) dalam waktu dekat mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi militer tersebut. Mereka berdalih bahwa tindakan ofensif ini murni merupakan langkah preventif demi keselamatan personel mereka.

“Pasukan AS menjalankan serangan membela diri di Iran selatan pada hari ini demi melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” ujar juru bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Rabu (27/5/2026).

“Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang berlangsung.”

Serangan taktis militer Amerika Serikat ini dilaporkan menyasar kawasan strategis di dekat Bandar Abbas. Kota pelabuhan penting tersebut merupakan urat nadi untuk pangkalan angkatan laut Iran yang mengontrol langsung jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.

Hingga pada saat ini, dampak riil dari bombardir Amerika terhadap masa depan perjanjian damai kedua negara masih masih belum dapat ditentukan. Media pihak pemerintah Iran sendiri mengonfirmasi adanya rentetan ledakan keras yang sedang diselidiki oleh otoritas lokal di Bandar Abbas.

Di lain pihak, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menjalankan tindakan defensif atas pelanggaran ruang udara. Mereka menegaskan sukses menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik AS dan mengusir jet tempur serta drone lainnya.

Teheran juga menegaskan posisi politiknya yang tidak akan tinggal diam terhadap setiap agresi militer luar negeri. Mereka menegaskan memiliki hak yang sah dan mutlak demi membalas setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.

Meskipun situasi di lapangan memanas, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tetap memperlihatkan optimisme bahwa jalan damai masih belum sepenuhnya tertutup. Ia merujuk pada pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan perwakilan Iran dan Perdana Menteri Qatar.

“Kita akan lihat apakah kita dapat menciptakan kemajuan. Saya pikir ada sejumlah pembicaraan bolak-balik yang sedang berlangsung mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi ini akan memakan waktu sejumlah hari,” kata Rubio kepada wartawan saat menjalankan kunjungan resmi ke India.

Rubio juga membeberkan komitmen dari pucuk pimpinan tertinggi Amerika Serikat dalam merespons dinamika yang berkembang pada saat ini. Ia menekankan bahwa Presiden Donald Trump memiliki keinginan kuat demi menyelesaikan kesepakatan ini secara tegas.

“Dia akan menciptakan kesepakatan yang bagus atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tegas Rubio.

Saat kembali dicecar pertanyaan mengenai urgensi serangan udara pada hari Senin tersebut, Rubio mengalihkan fokus pada pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan dunia. Ia menegaskan bahwa akses maritim global di wilayah tersebut tidak boleh diganggu gugat.

“Selat tersebut wajib terbuka,” cetus Rubio.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *