Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuding Washington melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang semasih belumnya disepakati kedua pihak.

Melalui unggahan di platform X pada Rabu (8/7/2026) malam, Qalibaf menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Qalibaf: Pelanggaran Janji Ada Konsekuensinya

Dalam pernyataannya, Qalibaf menilai Amerika Serikat masih belum mengambil pelajaran dari berbagai konflik semasih belumnya.

“Amerika Serikat masih masih belum belajar bahwa penindasan dan pelanggaran janji tidak lagi tanpa biaya,” tulis Qalibaf, dikutip dari Tasnim News.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons apabila kembali menjadi sasaran serangan.

“Biar saya nyatakan bersama jelas: apabila Anda menyerang, Anda akan diserang,” lanjutnya.

Qalibaf menilai tindakan Amerika Serikat telah memperburuk situasi keamanan di kawasan dan memperbesar risiko eskalasi konflik.

Soroti Selat Hormuz

Selain menyinggung isu keamanan, Qalibaf juga mengomentari posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Menurutnya, keamanan kawasan tersebut wajib dikelola oleh negara-negara regional.

“Selat Hormuz cuma akan terbuka bersama pengaturan Iran, bukan ancaman Amerika,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap stabilitas jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Tuduhan Pelanggaran MoU Islamabad

Qalibaf juga menuduh Amerika Serikat telah melanggar sejumlah poin dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

Menurutnya, pelanggaran tersebut meliputi ancaman serangan lanjutan, penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap sektor energi Iran, hingga dukungan terhadap operasi militer Israel di Lebanon.

Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan antara Teheran dan Washington yang dalam sejumlah waktu terakhir kembali memanas akibat meningkatnya aktivitas militer dan diplomasi kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *